Hidup Penuh Kasih
HIDUP PENUH KASIH
Efesus 4:31
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan . . . hendaklah dibuang dari antara kamu.
Firman Tuhan menasihati kita: “segala kepahitan, kegeraman, kemarahan . . . hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan” (Ef. 4:31). Saat kita membuang segala pengaruh yang merusak itu, Roh Allah akan memenuhi kita dengan sudut pandang baru. “Hendaklah kalian baik hati dan berbelaskasihan seorang terhadap yang lain,” kata Paulus (ay.32). Kita dapat berjuang untuk tegaknya kebenaran sambil menolak untuk membalas dendam. Roh Kudus yg menolong kita untuk berbelas kasihan dan mengatasi kepahitan. Tidak mudah tetapi Tuhan yg memampukan kita dan kita terus belajar untuk melakukan kebenaran.
Dalam Efesus 4, Rasul Paulus menyerukan para pembacanya untuk membuang cara hidup yang berdosa, dan selalu "ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra" (ay.32). Mengapa? Karena Allah kita adalah Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setiaNya (Keluaran 34:6), dan kita harus menjadi seperti Dia. Raja Hizkia menegaskan kembali sifat-sifat Allah yang pengasih dan penyayang (2 Tawarikh 30:9), demikian pula Nabi Nehemia, Yoel, dan Yunus (Nehemia 9:17; Yoel 2:13; Yunus 4:2). Demikian juga pemazmur Daud menyatakan, Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia (Mazmur 86:15; lihat 103:8; 111:4; 145:8). Rasul Paulus mendesak kita untuk menjadi penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita(Efesus 5:1-2). Akan tetapi, kita tidak dapat melakukannya dengan kekuatan sendiri; kita membutuhkan Roh Kudus untuk membimbing kita (Yohanes 14:26).
Hal yg baik dan sesuai Firman Tuhan hrs menjadi gaya hidup kita sebagai anak2 Tuhan, kita hidup dengan kemurahan dan anugrah Tuhan dan kita pun senantiasa penuh dgn kasih, seperti yg di ajarkan Tuhan Yesus, sehingga hidup kita berdampak posirif.

Komentar
Posting Komentar