Rencana Tuhan Dalam Hidup Kita
RENCANA TUHAN DALAM HIDUP KITA
Kejadian 17:5
Namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa
Nama adalah sesuatu yang penting dalam Alkitab, biasanya menunjukkan karakter atau tugas baru seseorang. Contohnya, Allah mengganti nama Abram dan Sarai ketika Dia membuat perjanjian dengan mereka, untuk menyatakan bahwa Dia akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya. Abram, yang berarti “bapa yang mulia”, berubah menjadi Abraham, “bapa banyak orang”. Sementara Sarai, yang berarti “putri raja”, berubah menjadi Sara, yang berarti “ibu banyak orang” (Kej. 17:5,15).
Nama-nama baru yang diberikan Allah itu juga termasuk janjiNya bahwa mereka akan memiliki keturunan. Ketika Sara melahirkan seorang anak laki-laki, mereka sangat gembira dan menamainya Ishak, yang berarti “ia tertawa”. Sara berkata, “Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku” (Kej. 21:6).
Kita memberikan rasa hormat kepada orang2 saat kita memanggil nama mereka dan menegaskan keberadaan mereka di mata Allah. Suatu nama panggilan juga dapat menegaskan keunikan seseorang yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Syukuri setiap hal yg Tuhan kerjakan dlm hidup kita, termasuk nama yg menjadi identitas kita.
Di usianya yang ketujuh puluh lima, Allah menjanjikan Abram bahwa ia akan menjadi bapak dari suatu "bangsa yang besar" dan keturunannya akan memiliki Kanaan negeri perjanjian yg makmur dan subur (Kejadian 12:2,7). Dalam Kejadian 13:15-16, Allah menjelaskan kedua janji itu. Menanggapi keragu-raguan Abram, Allah memberikan keyakinan bahwa keturunan Abram akan datang dari daerahnya sendiri (15:3-5). Allah kemudian memasukkan kedua janji itu ke dalam perjanjian yang diikatNya dengan Abraham: "Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram" (ay.18). Itulah pertama kalinya kata perjanjian digunakan untuk janji Allah kepada Abram. Tiga belas tahun kemudian, Allah memperluas berkat keturunannya, dengan menjadikan Abram "bapa sejumlah besar bangsa" dan mengubah namanya dari Abram menjadi Abraham (17:4-5).
Kita telah di bebaskan dr dosa dan kita menjadi anak2Nya di beri nama yg baru( hati dan roh yg baru) dan perjanjian baru,Tuhan menaruh rencanaNya dalam hidup kita,kita hidup dalam kebenaran yaitu hidup dlm Tuhan dalam otoritas Sang Khalik pencipta langit bumi dan isinya.
Mari kita terus hidup melakukan kehendak Allah dan taat melakukan firman Nya karena kita anak2Nya

Komentar
Posting Komentar