Tetap Mengandalkan Tuhan

 


TETAP MENGANDALKAN TUHAN

Yesaya 30:18

Tuhan menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kami

Sangat mudah untuk kembali ke kebiasaan lama saat kita menghadapi kesulitan. Ketika bangsa Israel merasa terancam oleh serangan Asyur, mereka kembali memohon pertolongan Mesir bangsa yang dahulu memperbudak mereka (Yes. 30:1-5). Allah mengatakan hal ini akan menjadi bencana besar di kemudian hari. Namun, Tuhan terus tetap ada di kehidupan mereka meski pilihan mereka salah. Yesaya menyerukan suara hati Allah: “Tuhan menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasihNya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu” (ay.18).

Demikianlah sikap Allah terhadap kita, meski kita berpaling kepada yang lain untuk membunuh rasa sakit kita. Allah ingin menolong kita. Dia tidak ingin kita menyakiti diri sendiri dengan kebiasaan2 yang memperbudak kita. Kita mungkin tergoda oleh tindakan tertentu yang menjanjikan kelegaan sesaat, tetapi Allah ingin memberikan pemulihan sejati yang kita terima ketika kita berjalan dekat dengan-Nya. Berada tetap di dlm kasih karunia Tuhan adalah pilihan yg sangat baik meskipun pergumulan hidup banyak dlm kehidupan sehari-hari, karena kita sangat mempercayai Tuhan Yesus yg selalu menolong dan membela hidup kita.

Pasukan Asyur yang militan kembali mengancam untuk menaklukkan seluruh wilayah Israel, tetapi Israel TDK mempercayai Allah untuk kelepasan, Kerajaan Yehuda di selatan malah meminta bantuan Mesir (Yesaya 30:2). Allah jelas2  melarang raja2 israel untuk mempercayai kuda (melambangkan kekuatan dan kuasa militer) untuk meluputkan mereka, karena "seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; . . . Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan" (Mazmur 33:16-17). Yesaya memperingatkan bahwa sia-sialah mereka percaya kepada Mesir (Yesaya 30:1-7), dan sungguh bodoh untuk tidak mempercayai Allah (ay.8-19). Dengan penuh kasih, Allah mendesak umatNya untuk bertobat, dan menjanjikan berkat bagi mereka yang percaya kepadaNya (ay.18-33). "Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab" (ay.19). Yehuda masih harus belajar bahwa "berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN" (Mazmur 33:12).

Sikap hati yg selalu mempercayai dan mengandalkan Tuhan adalah sikap yang sangat tepat karena kita tidak akan menyesal karena pengharapan di dlm Yesus tidak pernah mengecewakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil