Bersyukur

 


BERSYUKUR

Filipi 4:6

Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur

Mengucap syukur sanggup mengubah cara kita memandang kehidupan. Mengucap syukur bahkan dapat membuat kita lebih berbahagia.

Alkitab telah lama menulis manfaat bersyukur kepada Allah, karena hal itu mengingatkan kita akan karakterNya. Kitab Mazmur berulang kali menyerukan umat Allah untuk mengucap syukur kepadaNya karena “Tuhan itu baik, kasih setiaNya untuk selama-lamanya” (Mzm. 100:5) dan untuk bersyukur kepadaNya atas kasihNya yang tak berkesudahan dan perbuatan-perbuatanNya yang ajaib (107:8,15,21,31).

Saat Rasul Paulus menutup suratnya kepada jemaat Filipi surat itu sendiri adalah semacam ucapan terima kasih kepada jemaat yang telah mendukungnya ia menghubungkan doa syukur dengan damai sejahtera Allah “yang melampaui segala akal” (4:7). Dengan berfokus pada Allah dan kebaikanNya, kita menemukan bahwa kita dapat berdoa tanpa merasa cemas, dalam setiap situasi, dengan ucapan syukur. Mengucap syukur mendatangkan kedamaian yang menjaga hati dan pikiran kita dan mengubah cara kita memandang kehidupan. Hati yang dipenuhi rasa syukur membangkitkan jiwa yang penuh sukacita.

Sudahkah kita bersyukur hari ini karena semua yg sudah kita rasakan dan nikmati yaitu semua kasih Tuhan Yesus dan pertolongan Nya, bersyukur adalah tanda bahwa kita senantiasa mempercayai Tuhan dlm penyertaan dan perlindungan Nya.

Perangkat sastra yang sering dipakai Paulus dalam tulisannya dikenal sebagai asindeton  penghilangan konjungsi dengan sengaja agar menjadi sesingkat dan sepersuasif mungkin. Paulus memakai perangkat ini di akhir suratnya kepada jemaat di Filipi (Filipi 4:4-7), ketika ia memberikan empat nasihat: "bersukacitalah" (dua kali); "hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang"; "janganlah hendaknya kamu kuatir," dan "nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah." Meskipun tampaknya perintah-perintah tadi tidak saling berkaitan, kata-kata kebaikan hati dan kuatir merujuk pada konteks penganiayaan yang sedang diderita oleh jemaat Filipi. Pemakaian asindeton memberikan kekuatan motivasi pada kata-katanya. Dari penganiayaan yang dideritanya sendiri, Paulus menulis dengan dorongan dan tekanan sebanyak mungkin untuk mendorong jemaat Filipi agar terus berpegang pada Yesus dan menunjukkan kesaksian iman yang baik. 

Mari terus bersyukur sehingga hal itu menjadi gaya hidup kita dan merupakan cara kita berterima kasih atas anugerah kemurahan Tuhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil