Mengalami Perubahan Hidup
MENGALAMI PERUBAHAN HIDUP
Efesus 4:22-24
Kamu harus . . . mengenakan manusia baru
Perubahan itulah yang dimaksudkan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus. Saat meminta jemaat agar tidak menjauhi hidup persekutuan dengan Allah, ia mendorong mereka untuk “menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan” dan sebaliknya “mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya” (Ef. 4:22,24). Kata kerja yang digunakan Paulus menyiratkan bahwa kita perlu terus mengenakan manusia baru itu.
Roh Kudus senang menolong kita dalam menghidupi manusia kita yang baru dan menjadikan kita semakin serupa dengan Yesus.
Yaitu dengan terus bertumbuh dan mengalami perubahan hidup yg signifikan sesuai dengan Firman TUHAN adalah hidup yang di pimpin oleh Roh Kudus sehingga akhirnya nanti serupa dengan Kristus.
Kata hidup di Efesus 4:17 ("Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah") adalah kata kunci dalam Kitab Efesus, khususnya dalam pasal 4–6. Kata ini diterjemahkan dari kata Yunani peripateo. Secara harfiah, kata ini berarti "berjalan," "untuk melangkah di sekitar." Secara kiasan, yang dimaksud di sini adalah perilaku atau cara hidup seseorang. Efesus 2 berbicara tentang cara hidup orang percaya sebelum mengenal Kristus: "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya" (ay.1-2). Hidup kita sebagai orang percaya haruslah sepadan dengan panggilan kita (4:1). Paulus mendorong lebih lanjut: "hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu" (5:2); "Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang" (ay.8); dan "perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif" (ay.15).
Kita tidak sama lagi dengan dunia yang penuh dengan segala kejahatan dan dosa tetapi kita bertumbuh mengalami perubahan menjadi terang dan garam dunia dan menjadi berkat dalam perbuatan baik. Itulah hidup kita manusia baru yang berada dalam kebenaran tunduk kepada Firman TUHAN.

Komentar
Posting Komentar