IMAN Dan Perbuatan
IMAN DAN PERBUATAN
Yakobus 2:26
Iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Yakobus berkata bahwa “iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yak. 2:26). Ia memberi contoh Abraham, yang dalam ketaatannya mengikuti Allah saat ia tidak tahu ke mana akan pergi (ay.23; lihat Kej. 12:1-4; 15:6; Ibr. 11:8). Yakobus juga menyebut Rahab, yang menunjukkan imannya kepada Allah Israel saat ia menyembunyikan para pengintai yang datang untuk memantau kota Yerikho (Yak. 2:25; lihat Yos. 2; 6:17).
“Jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan” (Yak. 2:14), hal itu tidak ada gunanya bagi orang tersebut. “Iman adalah akar, perbuatan baik adalah buahnya,dan kita harus memastikan bahwa kita memiliki keduanya.” iman kita dibuktikan lewat perbuatan-perbuatan kita.
Iman yg bertumbuh dlm hidup kita, di buktikan melalui perbuatan kita setiap hari dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup. Sehingga kita merasakan Kuasa Tuhan yang bekerja di dalam hidup kita.
Yakobus 2:14-26 tersirat menantang gagasan bahwa iman dapat hadir sendiri tanpa disertai perbuatan. Tetapi Yakobus berkata bahwa orang yang menentang pemikiran itu bisa saja berkata bahwa ada orang percaya yang hanya beriman, sementara orang percaya yang lain hanya mempunyai perbuatan (ay. 18). Terlihat bahwa keduanya sama-sama bisa berdiri sendiri. Namun, Yakobus tdk sependapat dan berkata bahwa iman sejati tidak mungkin dinyatakan tanpa perbuatan baik (ay. 18). Ia menekankan bahwa iman sejati selalu diwujudkan dalam bentuk pelayanan kepada mereka yang terpinggirkan dalam masyarakat dan lemah atau perbuatan baik menolong orang lain yang membutuhkan (ay. 14-17).
Tuhan Yesus selalu mengajarkan tentang kasih dan Tuhan sendiri adalah KASIH, sehingga kita anak2Nya berbuat yang sama karena kita mengimani kebenaran di dalam Yesus Kristus.

Komentar
Posting Komentar