Pengharapan Kekal


 PENGHARAPAN KEKAL

Wahyu 21:4

Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita.

Pengharapan kekal yang dapat memperkuat iman kita saat menjalani hari2  sulit yang tak terhindarkan. Allah menjanjikan “langit yang baru dan bumi yang baru” bagi kita (Why. 21:1). Pencipta dan Pemelihara kita akan bersama di antara kita (ay.3). Tuhan akan “menghapus segala air mata” dari mata kita. “Maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita” (ay.4). Saat penantian kita terasa “terlalu berat” atau “terlalu lama”, kita dapat mengalami damai sejahtera karena janji Allah pasti akan digenapi

Pengharapan yang sejati dalam Tuhan tidak mengecewakan, itulah yg membuat kita tetap bersyukur dan bersukacita selalu berada dalam Tuhan. Tetap menjaga iman kita dan berada dalam kehendak Tuhan.

Untuk memahami Kitab Wahyu, kita dapat terbantu dengan mengenali bahwa di dalamnya terkandung banyak acuan kepada bagian-bagian Perjanjian Lama. Nubuatan Yesaya, Yehezkiel, Daniel, dan Zakharia bergema di sepanjang Kitab Wahyu. Perhatikan dua di antaranya dalam Wahyu 21. Ayat 1, "Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru" menggemakan Yesaya 65:17: "Sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru." Lalu, Wahyu 21:3: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka", terdengar seperti Yehezkiel 37:27: "Tempat kediaman-Ku pun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku." 

Kerinduan kita untuk bersama Tuhan dalam kekekalan menjadi pengharapan kita yg membuat kita selalu menjaga iman kita di tengah segala persoalan yg kita hadapi. Kita percaya semua dapat di lewati dan di selesaikan dengan pertolongan Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil