Tuhan Yesus Gembala ku


 

TUHAN YESUS GEMBALAKU

Yohanes 10:27

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku

Apa yang kita dengar sangatlah penting. Itu bisa kita lihat dalam perjumpaan Yesus dengan Pontius Pilatus. Menanggapi tuduhan kriminal yang diajukan oleh para pemimpin agama terhadap Yesus, Pilatus memanggil Dia dan bertanya, “Engkau inikah raja orang Yahudi?” (Yoh. 18:33). Jawaban Yesus mengagetkan. “Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?” (ay.34).

Pertanyaan yang sama menguji kita. Di dunia yang penuh ketidakpastian ini, mana yang kita pilih? Mendengarkan kekacauan, atau mendengarkan Kristus? Pastinya, “domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku,” kata Yesus, “dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku” (10:27). Yesus menggunakan “perumpamaan” (ay.6) untuk menjelaskan diriNya kepada para pemimpin agama yang meragukanNya. Sebagai gembala yang baik, Dia berkata bahwa “domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal” (ay.4-5).

Kita sebagai anak2Nya tentu nya selalu dengar2an akan SANG GEMBALA AGUNG Tuhan Yesus, karena DIA yang memimpin hidup kita sehingga kita tdk di ombang ambingkan oleh dunia yg penuh dengan kepalsuan.

Sebagai Gembala kita yang baik, Yesus meminta kita untuk mendengarkan Dia di atas segalanya. Kiranya kita mendengarkan dengan sungguh2 dan menemukan damai sejahtera yang dijanjikan-Nya. Mendengar kan Firman TUHAN menjadi kan kekuatan dalam hidup kita menghadapi banyak pergumulan dan persoalan hidup.

Di dalam Alkitab, para pemimpin dipandang sebagai gembala umat Tuhan (Mazmur 78:70-72). Para pemimpin harus memelihara, melindungi, dan menuntun domba peliharaan mereka. Allah disebut "gembala Israel . . . yang menuntun kawanan domba" (80:2). Mazmur 23 menggambarkan hal itu dengan indah. Lalu, Yesaya 40:11 berbunyi, "Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternakNya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangkuNya, domba dituntunNya dengan hati-hati." Dalam Yehezkiel 34, kita melihat peringatan keras terhadap "gembala-gembala Israel" (ay. 2) dan penggambaran Allah yang luar biasa sebagai Gembala kita yang sempurna. Dalam Perjanjian Baru, Yesus adalah Gembala yang baik, yang "memberikan nyawanya bagi domba-dombanya" (Yohanes 10:11). Dia mempunyai "belas kasihan" (Markus 6:34) dan kepedulian kepada domba-domba-Nya yang tersesat dan terhilang (Matius 18:12-14). 

Kita bersyukur memiliki TUHAN Yesus sebagai gembala Agung kita. DIA yang memelihara dan membawa kita ke air yg tenang dan ke Padang rumput yg hijau bahkan DIA memberikan nyawanya bagi kita domba2Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil