Melewati Padang Gurun
MELEWATI PADANG GURUNIbrani 3:13Nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan hari ini.Sejak awal, umat Allah tidak lepas dari pergumulan dengan perasaan putus asa dan ragu. Dengan mengutip Mazmur 95, yang menegaskan bahwa suara Allah dapat didengar melalui Roh Kudus, kitab Ibrani memperingatkan kita untuk menghindari kesalahan yang dilakukan bangsa Israel saat mengembara di padang gurun (Ibr. 3:7-11). “Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari” (ay.12-13).Dengan pengharapan bahwa hidup kita aman di dalam Kristus, kita bisa menerima kekuatan penuh yang kita butuhkan untuk dapat bertekun: dalam persekutuan orang percaya yang saling menguatkan (ay.13). Bila ada orang percaya mengalami kebimbangan, maka yang lain dapat memberikan penguatan dan meneguhkannya kembali. Dengan mendapatkan penguatan yang Allah berikan, kita dimampukan untuk saling menguatkan satu sama lain.Memang ketika berada di berada di "Padang gurun" banyak yang akan terjadi, oleh karena itu iman harus semakin teguh dan terus tinggal dalam kebenaran agar supaya mendapatkan kekuatan dari Tuhan sehingga tidak mudah putus asa.Karena penganiayaan yang berat, orang-orang percaya yang berlatar belakang Yahudi terdesak untuk kembali menganut agama Yahudi (Ibrani 10:32-39). Untuk mendorong mereka bertahan di dalam iman mereka, penulis Kitab Ibrani meminta mereka untuk memandang Yesus sebagai teladan tertinggi (3:1-6; 12:2-3), dan tidak berlaku seperti nenek moyang mereka yang tidak setia dan gagal memperoleh anugerah masuk ke dalam tanah perjanjian (3:7-11). Dengan penekanan pada “hari ini” (ay.7,13,15), ia mendorong mereka agar mentaati Allah setiap hari dan menolong satu sama lain setiap hari, agar hati mereka tidak menjadi “jahat dan putus harapan, sehingga . . . berbalik dan menjauhi Allah yang hidup” (ay.12) dan akibatnya kehilangan berkat keselamatan.Iman yg bertumbuh dan tetap di dalam TUHAN memberikan kekuatan untuk dapat melewati _"Padang gurun"_ dan akhirnya menemukan sungai kehidupan yang menyegarkan jiwa dan memberikan sukacita

Komentar
Posting Komentar