Pendidikan Iman Dalam Keluarga
PENDIDIKAN IMAN DALAM KELUARGA
2 Timotius 1: 5
Aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike.
Dalam surat kepada Timotius, anak rohaninya, Paulus mengakui bahwa iman Timotius diteladankan oleh Lois, neneknya, dan Eunike, ibunya (2Tim. 1:5). Sungguh indah kalau kita melihat pengaruh kedua perempuan itu dalam kehidupan salah seorang pemimpin gereja mula-mula. Pengaruh mereka juga dapat dilihat dalam dukungan Paulus kepada Timotius: “Hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran . . . Karena dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci” (3:14-15).
Betapa pentingnya untuk senantiasa mengajarkan kebenaran Firman TUHAN dalam kehidupan keluarga kita supaya itu membentuk karakter dan iman.
Warisan rohani yang kuat adalah merupakan anugerah yang berharga. Yang lebih penting dari segalanya, kita semua mempunyai kesempatan untuk memberikan teladan iman yang tulus dan meninggalkan warisan abadi kepada orang-orang di sekitar kita.
Keluarga menjadi tempat yg paling inti dalam pembentukan karakter dan iman yang muaranya akan sampai kepada pribadi yg mengenal dan mengasihi Tuhan.
Meski Paulus menyebut Timotius “anakku yang sah di dalam iman” (1 Timotius 1:2), bukan Paulus yang membawanya untuk percaya kepada Kristus. Timotius seorang berdarah campuran, ayahnya bukan orang Yahudi dan ibunya seorang Yahudi (Kisah Para Rasul 16:1). Dengan mengikuti perintah Allah, orangtua dan kakek dan nenek selalu mengajarkan FIRMAN TUHAN kepada generasi berikutnya (Kejadian 18:19; Ulangan 4:9; 6:7; Mazmur 78:3-6), dan Timotius “dari kecil . . . sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat dan menuntun kepada keselamatan” (2 Timotius 3:15). Ia juga dididik dalam iman oleh ibunya, Eunike, dan neneknya, Lois (1:5). Ketika Paulus pertama kali bertemu Timotius, ia telah menjadi “murid” yang “dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium” (Kisah Para Rasul 16:1-2). Keputusan Paulus untuk mengirim Timotius agar mengurus jemaat di Korintus yang bermasalah (1 Korintus 4:17) dan menangani masalah-masalah jemaat di Efesus (1 Timotius 1:3) menunjukkan kedewasaan iman dan kemampuan pelayanan anak muda itu.
Betapa pentingnya Pendidikan IMAN dalam lingkungan keluarga kita supaya mereka semua menjadi pribadi yang takut akan Tuhan

Komentar
Posting Komentar