Aku Lapar Dan Haus Akan Kebenaran
AKU LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN
Matius 5:6
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Yesus berkata, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Mat. 5:6). Suatu hari nanti Tuhan akan datang untuk menegakkan keadilan dan meluruskan apa yang selama ini dibengkokkan. Akan tetapi, hingga saat itu tiba, kita mempunyai kesempatan untuk ikut mewujudkan keadilan Tuhan di bumi, Yesaya 58 memberikan gambaran yang terang-benderang tentang apa yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan umat-Nya yaitu melepaskan belenggu penindasan, memerdekakan yang tertindas, membagi makanan dengan mereka yang lapar, menyediakan tempat berteduh bagi mereka yang miskin dan tunawisma, memberikan pakaian kepada mereka yang telanjang, dan tidak acuh tak acuh dari mereka yang membutuhkan pertolongan (ay.6-7). Memperjuangkan keadilan bagi yang teraniaya dan terpinggirkan adalah salah satu cara hidup kita dapat menuntun orang lain kepada Tuhan. Yesaya menulis bahwa umat Allah yang memperjuangkan keadilan bagaikan terang fajar yang membawa pemulihan, bagi mereka dan juga bagi orang lain (ay.8).
Cara untuk menjadi berkat dan memperjuangkan keadilan di muka bumi ini di mulai dr lingkungan terdekat kita yang bisa kita jangkau. Dan semua yg kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan.
Hari ini, kita di gerakkan Tuhan untuk menumbuhkan rasa lapar dan haus akan kehadian kebenaranNya ( kita melakukan apa yang Tuhan perintahkan) di muka bumi. TIDAK HANYA lapar dan haus mendengar Firman TUHAN saja tetapi kita juga rindu memperjuangkan keadilan dengan cara Tuhan dan kuasaNya, Alkitab berkata, kita akan dipuaskan.
Puasa yang dimaksud dalam Yesaya 58:6 adalah merupakan tanggapan Tuhan atas tuduhan yang dilontarkan umat terhadapNya. Mereka bertanya, "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga?" (ay.3). Mereka berharap Tuhan menanggapi puasa mereka, tetapi Dia melihat puasa tersebut hanya formalitas. “Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu . . . Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi” (ay.3-4). Tuhan ingin mereka mencari Dia dalam kerendahan hati yang sungguh-sungguh dan memperlakukan orang lain dengan adil dan belas kasihan, terutama mereka yang membutuhkan (ay.7).
Kita lapar dan haus akan kebenaran salah satu nya adalah ketika kita rindu dan sangat ingin melakukan Firman TUHAN seperti memperjuankan keadilan. Dan hidup kita senantiasa menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk menjadi berkat dengan cara Tuhan.

Komentar
Posting Komentar