MEMPELAI KRISTUS
MEMPELAI KRISTUS
Yesaya 62:5
Seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.
Nabi Yesaya menggunakan gambaran sepasang mempelai yang bersukacita satu sama lain untuk melukiskan sukacita dan kasih Allah atas umat-Nya. Dalam deskripsi yang indah dan puitis tentang pembebasan yang dijanjikan Allah, nabi Yesaya mengingatkan umat bahwa keselamatan yang ditawarkan Allah kepada mereka itu mencerminkan kenyataan hidup dalam dunia yang bobrok, dan memberikan penghiburan bagi mereka yang remuk hati, sukacita bagi yang berkabung, dan pemeliharaan bagi yang membutuhkan (Yes. 61:1-3). Allah menawarkan pertolongan kepada umat-Nya karena, sama seperti sepasang pengantin merayakan cinta mereka terhadap satu sama lain, “demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu” (62:5).
Sungguh luar biasa mengetahui bahwa Allah bergirang atas kita dan rindu menjalin relasi dengan kita. Bahkan ketika kita bergumul dengan persoalan2, kita memiliki Allah yang mengasihi kita, bukan dengan terpaksa, melainkan dengan kasih abadi yang penuh kegirangan “untuk selama-lamanya” (Mzm. 136:1).
Tuhan memahami kelemahan dan kekurangan kita sebagai manusia berdosa sehingga TUHAN memberikan kasih sayang Nya kepada kita orang berdosa yg di selamatkan oleh pengorbanan Nya di kayu salib.
Setelah bernubuat bahwa Allah menggunakan bangsa Asyur dan Babel untuk menghukum umat-Nya karena ketidaksetiaan mereka dengan menyembah berhala (Yesaya 1–39), Yesaya menghibur bangsa Israel dengan janji bahwa Allah akan memulihkan dan memberkati mereka setelah penghukuman tersebut selesai (pasal 40–66). Dalam pasal 62, Allah berbicara tentang pembenaran dan pemulihan Yerusalem atau Sion. Allah sendiri yang akan mempertontonkan kemegahan Yerusalem, sehingga dunia “akan melihat kemuliaan” (ay.2-3). Yerusalem akan dikenal sebagai “yang berkenan kepada-Ku” (ay.4), yang juga diterjemahkan sebagai “Yang Disayangi Allah,” dan sebagai “yang bersuami” (atau “Yang Sudah Menikah”). Allah menampilkan diri-Nya sebagai Arsitek yaitu ahli bangunan dan Mempelai yang penuh kasih setia yang akan meneguhkan, memelihara, dan melindungi umat yang dikasihinya (ay.5).
Kita adalah mempelai2 Kristus bersiaplah dan berdandanlah dengan pakaian kebenaran karena waktu nya sudah dekat Tuhan mau kembali kedua kalinya jangan sampai terlambat dan ketinggalan

Komentar
Posting Komentar