Penebusan dosa

 


PENEBUSAN DOSA


Lukas 22:44


Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

Bukit Zaitun (disebut demikian karena pohon-pohon zaitun yang memenuhi lerengnya) menjadi tempat Yesus berdoa pada malam ketika Dia menubuatkan pengkhianatan oleh muridNya, Yudas. Hati Yesus begitu sedih dan menderita karena pengkhianatan itu akan berujung dengan penyalibanNya. Sewaktu Dia berdoa, “peluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Luk. 22:44). Dalam taman Gestmani penderitaan Yesus sangat nyata terlihat di saat Dia menyiapkan diri dengan Berdoa untuk mengalami rasa sakit dan penghinaan karena terhukum mati di depan umum, dan kemudian menumpahkan darahNya.


Yesus harus “menanggung banyak penderitaan dan ditolak” (Mrk. 8:31). Meski penderitaan adalah bagian dari kisahNya, hal itu tidak lagi mendominasi gambaran diriNya. Kemenangan Yesus atas kematian mengubah penderitaan kita, sehingga penderitaan itu hanya menjadi bagian dari pemandangan indah yang sedang dilukisNya dalam kehidupan kita


Setelah makan malam Paskah (Perjamuan Terakhir) bersama murid-murid-Nya (Matius 26:17-30), Yesus pergi ke Bukit Zaitun untuk berdoa, dengan menyadari diriNya akan menderita dan mati disalib. Mereka yang paling akrab denganNya akan meninggalkan Dia, dan Petrus akan menyangkal Dia tiga kali (Lukas 22:34,54-62). Namun, Yesus juga mengetahui bahwa setelah tiga hari Dia akan bangkit kembali (Matius 12:40; Markus 8:31).


Bukit Zaitun, yang terbentang di pegunungan Yudea di sebelah timur Yerusalem dan Lembah Kidron, pertama kali disebutkan dalam Perjanjian Lama ketika Raja Daud melarikan diri dari putranya Absalom (2 Samuel 15:30). Salomo kemudian memilih gunung ini untuk mendirikan “bukit pengorbanan” bagi dewa-dewa “kejijikan” yang disembah bangsa Amon dan Moab (1 Raja-Raja 11:7). Yesus naik ke surga dari Bukit Zaitun (Kisah Para Rasul 1:9-12) dan akan kembali ke tempat yang sama, menggenapi penglihatan nabi bahwa bukit itu “akan terbelah dua dari timur ke barat” (Zakharia 14:4). 


Tuhan Yesus mati buat menebus dosa dosa kita, kenapa Tuhan Yesus hrs mati, karena kesalehan atau kebaikan manusia tidak dapat menyelamatkan manusia, hanya darah Tuhan Yesus yg dapat menyelamatkan umat manusia yg percaya Kepada Tuhan Yesus. Bersyukur senantiasa kepada Tuhan Yesus karena Tuhan berkenan memilih kita untuk menerima anugerah keselamatan dan hidup kekal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil