Dosa Dan Hukuman

 DOSA DAN HUKUMAN

Roma 5:8

Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa

Kita semua pernah merasa tidak dihargai. Akan tetapi, nilai diri kita yang sesungguhnya dapat terlihat nyata dari cara Allah mengasihi kita.

Tuhan Yesus menerima kita apa adanya dan tidak memandang siapa kita, ketika kita percaya kepada TUHAN dan hidup benar di hadapan Tuhan maka Dia selalu menopang dan memelihara kita karena sesungguhnya kita adalah anak² Allah yang di lahirkan dari pengorbanan di kayu salib.

Rasul Paulus mengenali diri kita dahulu yang masih berdosa, dan kemudian diri kita sekarang di dalam Kristus. Ia menulis, “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah” (Rm. 5:6). Allah mengasihi kita apa adanya bahkan di saat kita berada dalam keadaan yang terburuk! Alkitab menulis, “Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (ay.8). Allah sangat menghargai kita sehingga Dia memberikan AnakNya mati di kayu salib demi kita. Sungguh begitu besar kasih Allah atas hidup kita.

Bila kita renungkan siapakah kita? Kita adalah anak-anak Allah yang terkasih. Adakah yang lebih indah daripada itu? Kita dahulu adalah orang² yg tidak masuk hitungan dan berdosa bahkan harus dihukum tetapi karena kasih Tuhan maka kita terselamatkan karena percaya kita kepada Tuhan Yesus.

Tema utama Roma 5:6-10 adalah rekonsiliasi kita dengan Allah, suatu hal yang mungkin jauh dari pemikiran kita jika kita hanya berfokus pada pergumulan dan penyesalan kita. Paulus membahas pembenaran melalui iman dalam Yesus (ay.1). Pembenaran itu memberikan pengharapan yang indah, yaitu keselamatan sempurna dari dosa kita dan kehidupan kekal bersama Allah Bapa. Paulus mencatat bagaimana kita telah “dibenarkan oleh darah Kristus" (ay.9). Kemudian ia menyatakan bahwa jika kematian Yesus sudah cukup untuk menyelamatkan kita ketika kita masih mati dalam dosa, betapa lebih besar lagi dampak dari hidupNya (ay.10)! Keselamatan itu membebaskan kita dari murka Allah yang adil terhadap kita. Dalam pasal 6, Paulus berhadapan dengan bahaya ajaran sesat yang menyatakan bahwa kita boleh terus berbuat dosa karena darah Kristus memberikan pengampunan sempurna dari dosa. Ia berkata,

“Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?” (ay.2).

Sungguh malang nasib orang² yg hidup nya tidak menerima anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus karena pasti akan mengalami hukuman kekal, kita sebagai orang percaya dan anak² Nya wajib memberitakan keselamatan kepada semua orang di mulai dari keluarga kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil