Menerangi Sesama

 MENERANGI SESAMA

Efesus 5:8

Hiduplah sebagai anak-anak terang.

Orang percaya digambarkan Rasul Paulus seperti lilin. Ia menjelaskan bahwa “dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan” (Ef. 5:8). Namun, sering kali kita berpikir, mana mungkin “cahaya kecil kita” tidak dapat membawa pengaruh yang berarti. Paulus berkata bahwa itu bukanlah tugas satu orang saja. Ia menyebut kita sebagai “anak-anak terang” (ay.8) dan menjelaskan bahwa kita “mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang” (Kol. 1:12). Menjadi terang di dalam dunia adalah upaya bersama, tugas dari tubuh Kristus. Paulus menegaskan pernyataan tersebut dengan menggambarkan kita, layaknya seperti lilin yg kecil, dengan bersama-sama beribadah, “berkata-kata seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani” (Ef. 5:19). Menjadi berkat menerangi kegelapan dengan perilaku dan perkataan yg membangun.

Ketika kita merasa putus asa dan berpikir bahwa kesaksian hidup kita hanyalah setitik cahaya kecil di tengah dunia yang jahat, kita dapat berpegang kepada firman Tuhan. Kita tidak sendirian. Bersama-sama, dalam tuntunan Allah, kita dapat memberikan pengaruh yang berarti dan memancarkan cahaya yang terang. Bagaikan kumpulan lilin yang menarik minat banyak orang, hidup kita bersama dapat menjadi berkat bagi sekeliling kita di mana kita tinggal dan berinteraksi dengan sesama.

Dalam Efesus 5, Paulus membedakan seperti yang dilakukannya di bagian lain (lihat 2:1-10) siapa kita sebelum percaya kepada Yesus dan siapa kita setelah percaya kepada TUHAN YESUS. Dengan menggunakan metafora kegelapan (sebelum mengenal Yesus) dan terang (setelah percaya), Paulus mendorong kita untuk hidup sebagai “anak-anak terang” (5:8).

Bersyukur karena dahulu kita kegelapan tetapi sekarang kita adalah terang dunia yg artinya hidup kita selalu dapat menjadi berkat yg dapat membawa orang kepada kebenaran dan menjadikan hidup ini teladan dalam berbuat kebaikan.

Kemudian ia mengatakan bahwa buah dari “terang” adalah “kebaikan dan keadilan dan kebenaran” (ay.9). Kebaikan mengacu pada suatu kualitas intrinsik yang menekankan kemurahan hati. Keadilan mengacu pada keseimbangan atau kejujuran. Kebenaran tidak hanya mengacu pada ucapan yang benar, tetapi juga jalan hidup yang tulus.

Teruslah menjadi lilin kecil itu yg menerangi sekeliling kita, yg tak pernah lelah untuk berbuat kebaikan menebarkan kasih Tuhan yang indah bagi sesama, karena kita adalah cerminan pribadi Kristus, dimanapun kita berada harus jadi berkat dan teladan yang baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil