Menghadapi Dan Mengalahkan Ketakutan
MENGHADAPI DAN MENGALAHKAN KETAKUTAN
Mazmur 142:4
Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku.
Ketika Abraham di Kanaan, orang Israel di padang gurun, dan murid-murid Yesus dalam misi mereka untuk menyebarkan kabar baik. Mereka sama sekali tidak tahu akan seperti apa perjalanannya, selain menyadari bahwa itu akan sulit. Namun, mereka dipimpin oleh satu Pribadi yang tahu jalan di depan. Mereka harus percaya bahwa Allah memberi mereka kekuatan untuk bertahan dan bahwa Allah akan menjaga mereka. Mereka dapat mengikuti NYA karena Allah tahu persis apa yang menanti di depan sana.
Seperti Daud ketika ia berada dalam pelarian. Meski keadaan serba tidak pasti, ia berkata kepada Allah, “Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku” (Mzm. 142:4). Akan ada saatnya dalam hidup ini kita mengalami takut membayangkan apa yang menanti di depan kita. Namun, kita percaya Tuhan bersama dengan kita.
Empat belas mazmur mempunyai keterangan historis yang terkait dengan peristiwa² tertentu dalam kehidupan Daud (Mazmur 3, 7, 18, 30, 34, 51, 52, 54, 56, 57, 59, 60, 63, 142). Keterangan pada Mazmur 142 menyatakan bahwa Daud menulis perenungan itu “ketika ia ada di dalam gua”. Mazmur 57 mempunyai keterangan serupa: “Ketika ia lari dari pada Saul, ke dalam gua”. Dua kali Daud bersembunyi di dalam gua dari sang raja yang berusaha membunuhnya (1 Samuel 22:1; 24:1-7). Dalam keputusasaan, Daud meratap, “tidak ada seorang pun yang menghiraukan aku” (Mazmur 142:5). Namun, ia menyerahkan masalahnya kepada Allah. “Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN. Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapanNya” (ay.2-3). Daud tidak hanya mencari perlindungan di dalam gua; ia sungguh-sungguh menjadikan Allah sebagai “tempat perlindungan” (ay.6).
Seberapa takut nya kita dengan keadaan yang kita alami bahkan hari esok, tentunya kita tidak mau kalah dengan ketakutan jangan sampai itu menekan hidup kita. Ingat bahwa Tuhan beserta dengan kita, kasih setia Tuhan sungguh nyata memelihara hidup kita, iman kita yang menghancurkan segala ketakutan itu, tetap mempercayai Firman TUHAN dan hidup di dalam Nya.
Komentar
Posting Komentar