Satu Di Dalam Tuhan Yesus
SATU DI DALAM TUHAN YESUS
Galatia 3:28
Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka.
Kecenderungan manusia adalah untuk bergaul dan berteman dengan orang yang sama dengan mereka. Meski bersifat alamiah. Apabila manusia hanya menyukai orang² yang sama maka kehidupan masyakarat dapat terpecah belah karena perbedaan ras, politik, dan ekonomi. Tidak bisa di pungkiri itu terjadi sampai hari ini.
Pada abad pertama, bangsa Yahudi bergaul dengan Yahudi, Yunani dengan Yunani, orang kaya dan orang miskin tidak pernah berbaur. Namun demikian, dalam Roma 16:1-16, Paulus menyebutkan bahwa jemaat di Roma terdiri dari orang² seperti Priskila dan Akwila (Yahudi), Epenetus (Yunani), Febe (ia “telah memberikan bantuan kepada banyak orang,” jadi kemungkinan seorang yang kaya), dan Filologus (identik dengan nama budak). Apa yang mempersatukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda itu? Tentunya Tuhan Yesus. Karena di Dalam Yesus Kristus “tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka” (Gal. 3:28).
Demikian juga dengan kita bahwa kita tidak boleh membeda bedakan tetapi kepada semua orang kita dapat menjangkau mereka dalam pergaulan yang sehat supaya mereka dapat merasakan kasih Tuhan melalui kehidupan kita.
Sangatlah wajar jika kita ingin tinggal, bekerja,bersama dengan orang² yang sama. Namun, Tuhan Yesus mendorong kita melakukan lebih lagi.Dia mengumpulkan kita yang berbeda-beda menjadi satu di dalam Dia sebagai sebuah keluarga. Dan kita yang terdiri dari berbagai macam suku dan bahasa dapat menjadi keluarga di dalam Tuhan Yesus.
Dalam Galatia 3:26-28, Rasul Paulus menulis bahwa Tuhan Yesus adalah Pribadi agung yang mempersatukan sekaligus menghancurkan penghalang yang memisahkan manusia dari sesamanya. Dalam Efesus 4:1-3, Paulus mendorong jemaat di Efesus dan kita: “supaya hidupmu sebagai orang² yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.” Apa itu kesatuan Roh? Sebagai orang yang sudah percaya kepada Yesus, kita mempunyai Roh yang hidup di dalam kita; dan sebagai anggota satu tubuh, yaitu gereja, Roh Kudus menolong kita untuk hidup dalam damai. Kita mempunyai “satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua” (ay.5-6). Sebagai murid-murid Yesus, kita dipanggil untuk “seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati” (1 Petrus 3:8).
Kita menjadi orang² yang senantiasa mengasihi sesama dan berteman yang sehat dengan mereka, tanpa pandang bulu sehingga hidup kita menjadi teladan yg baik dan dengan penuh kasih dapat menjadi kesaksian yang hidup sehingga nama Tuhan Yesus di permuliakan.
Komentar
Posting Komentar