Tempat kediaman Allah
TEMPAT KEDIAMAN ALLAH
Matius 16:18
Alam maut tidak akan menguasainya
Tubuh Kristus bukanlah sebuah “gedung” yang rapuh, melainkan keluarga Allah yang setia, yang terdiri dari “anggota² keluarga Allah,” tulis Paulus, “yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh” (Ef. 2:19-22).
Yesus sendiri membangun hidup kita sebagai tempat kediaman Allah untuk bertahan selamanya. Meskipun banyak tantangan maupun persoalan yang dihadapi gerejaNya, “alam maut tidak akan menguasainya” (Mat. 16:18), tegas Tuhan Yesus. Sebagai tempat kediaman Allah maka hidup kita menjadi rumah Roh Kudus, maka hidup kita pun harus selaras dengan Tuhan.
Melalui sudut pandang yang menguatkan itu, kita dapat melihat kita sebagai anggota tubuh Kristus, kita semua bagian dari keluarga Allah yang terus dibangun “di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya!” (Ef. 3:21). Untuk serupa dengan Kristus
Efesus 2:14-22 merupakan perikop yang kaya secara teologis. Seperti tali yang terdiri dari tiga utas, perikop itu memadukan tiga doktrin utama dari iman Kristen: ajaran tentang Kristus (Kristologi), gereja (Eklesiologi), dan Roh Kudus (Pneumatologi). Yesus, melalui karya pendamaianNya, adalah sumber perdamaian kita dengan Allah (ay.14,16), dan di dalam diriNya dua kelompok yang berbeda, yaitu Yahudi dan bukan Yahudi, dipersatukan menjadi “satu manusia baru” (ay.14-15). Tempat kediaman Allah benar² merupakan satu tubuh dan keluarga Allah (ay.14-18) yang “dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru” (ay.20). Roh Kudus telah dan terus berkarya dalam membentuk dan menopang umat Nya. Dia juga membuka jalan bagi kita untuk menerima keselamatan (ay.18) dan mendiami hidup kita sebagai tempat kediaman Allah.
Sebagai baitnya Tuhan maka hidup ini harus menjadi contoh dan teladan di dalam keseharian kita, pujian dan penyembahan kepada Allah di lakukan setiap hari, melalui perbuatan kita. TUHAN senang dan terberkati melalui hidup kita yang menyenangkan hati Tuhan
Komentar
Posting Komentar