Terus Hidup Benar
TERUS HIDUP BENAR
Wahyu 20:15
"Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu
Mungkin kita bertanya mengapa orang² di luar Tuhan sepertinya hidup mujur tanpa masalah meski mereka hidup tidak sesuai dengan firman Tuhan (hidup dalam daging dan mengumbar hawa nafsu); sedangkan kita setiap hari selalu berjuang untuk hidup dalam kebenaran, menabur kebaikan, setia melayani Tuhan. Hal ini seperti yang disampaikan oleh pemazmur "Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi." (Mazmur 73:13-14). Namun Tuhan mengingatkan kita: "Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;" (Mazmur 37:1).
Semua orang yang berbuat di luar kebenaran, ujungnya pasti menuju kepada kebinasaan.
Sesungguhnya tidak ada kata sia² ketika kita hidup dalam kebenaran; karena segala sesuatu yang kita lakukan untuk Tuhan dan juga sesama ada di bawah pengawasan Tuhan, secara mendetail dicatat dan diperhitungkan oleh Tuhan. Secara terperinci Tuhan mencatatnya dalam sebuah buku yang disebut dengan kitab kehidupan. Tertulis: "Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang² mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu." (Wahyu 20:12). Bukan saja dicatat di dalam kitab kehidupan, namun segala perbuatan yang kita lakukan di bumi ini juga akan mendapat upah dan pahala yang setimpal.
Alkitab mengingatkan kita melalui jemaat di Galatia, Rasul Paulus mengatakan "...apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu." (Galatia 6:7b-8).
Oleh karena itu, selama kita masih hidup di dunia ini dan memiliki banyak kesempatan, "Janganlah kita jemu² berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah." (Galatia 6:9).
Selama ada waktu dan kesempatan, jangan di tunda lagi sebelum semuanya terlambat dan nasi menjadi bubur, karena waktu terus berjalan maju dan kita tidak memutarnya kembali.
Hidup dalam kebenaran menjadi hal yang wajib dan penting dan itu kehidupan kita anak anak Allah, jangan menjadikan beban tetapi menjadi kebahagiaan karena ujungnya menuju kemuliaan bersama Tuhan. Walaupun banyak yang terjadi yang mungkin tidak menyenangkan hati, tetapi kita tidak akan tergoyahkan untuk terus hidup benar di hadapan Allah.
Komentar
Posting Komentar