Tuhan Merasakan Kelemahan Kita
TUHAN MERASAKAN KELEMAHAN KITA
Ibrani 2:11
Yesus tidak malu menyebut mereka saudara.
Kitab Ibrani menyatakan bahwa sebagai tindakan merendahkan diri dalam kasih, Kristus datang menjadi manusia, hidup dalam “darah dan daging” dan “dalam segala hal . . . disamakan” dengan kita tetapi Dia tidak berbuat dosa (Ibr. 2:14,17).
Kita menyebut Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, Sahabat, dan Raja kita. Semua itu benar adanya.Tuhan Yesus yg menjadi manusia dapat merasakan apa yang dirasakan manusia yaitu ketakutan, penderitaan, dan kesedihan yang dialami setiap manusia. Tuhan Yesus datang ke dunia sebagai manusia hanya untuk mati di kayu salib menebus dosa manusia. Bahan menyelesaikan semua kelemahan manusia dan mengalahkan maut dengan kebangkitan dari kematian.
Ibrani 2:5-18 menjelaskan pentingnya keberadaan Yesus sebagai manusia sejati. Kitab Ibrani mengutip Mazmur 8 untuk menunjukkan bahwa sejak awal Allah merencanakan agar manusia memerintah atas ciptaanNya. Kita memang belum sepenuhnya memerintah sebagaimana yang Allah kehendaki, tetapi Kristus yang bangkit telah dimahkotai menjadi raja atas ciptaan, dan kelak, kita pun akan memerintah bersamaNya. Ibrani 2:12 mengutip Mazmur 22:23, yang menggambarkan Yesus menaikkan pujian syukur bersama saudara²Nya. Karena Yesus bukan hanya Tuhan kita, tetapi juga “saudara” kita dalam keberadaanNya sebagai manusia sejati, suatu hari kelak kita akan memerintah bersamaNya.
Semua kelemahan manusia telah di selesaikan dan maut pun telah ditaklukkan di buktikan oleh kebangkitan Yesus dari kematian. Dan sekarang kita hidup dalam keadaan telah ditebus dan di selamatkan, oleh karena itu mari terus membangun iman sampai nanti kita memerintah bersama Tuhan Yesus dalam kerajaan sorga.
Komentar
Posting Komentar