Bumi Baru Dan Langit Yang Baru
BUMI BARU DAN LANGIT YANG BARU
Yesaya 65:16-17
Kesesakan-kesesakan yang dahulu sudah terlupa . . . Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru.
Nabi Yesaya menggambarkan bagaimana Allah dengan luar biasa melakukan pemulihan terhadap dunia. Meski kita telah dirusak oleh pemberontakan kita dan hancur oleh keegoisan kita, Allah berjanji akan “menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru” (Yes. 65:17). Allah tidak berencana hanya memperbaiki dunia yang lama tetapi justru menjadikannya benar² baru. Ciptaan baru ini sangat menakjubkan sehingga “kesesakan-kesesakan yang dahulu sudah terlupa” dan “hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi” (ay.16-17). Dengan ciptaan baru ini, Allah tidak akan menutupi kesalahan² kita, melainkan akan mengubahkan hal² buruk menjadi indah dan segala sesuatu yang telah mati bernapas kembali.
Ketika memandang hidup kita yang penuh persoalan, kita tidak perlu putus asa. Allah sedang mengerjakan pemulihanNya yang indah. Tuhan Yesus sangat perduli kepada manusia sehingga Dia rela mati untuk menebus dosa manusia dan memulihkan kehidupan manusia yang percaya kepada Nya.
Dalam Kitab Wahyu menulis tentang kepastian dari “apa yang harus segera terjadi” (Wahyu 1:1; lihat 22:6). Di penghujung sejarah umat manusia, dan menjelang masa kekekalan, Allah akan berkata, "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" (21:5) dan akan mengaruniakan kepada kita “langit yang baru dan bumi yang baru” (21:1). Penciptaan langit yang baru dan bumi yang baru tidak hanya diungkapkan kepada Yohanes. Tujuh ratus tahun sebelum kelahiran Kristus, Allah, melalui Nabi Yesaya, telah berfirman, “Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru” (Yesaya 65:17), suatu dunia yang “tinggal tetap” (66:22) “di mana terdapat kebenaran” (2 Petrus 3:13).
Inilah yang menjadi pengharapan kita bahwa kita nantinya akan masuk dalam perhentian kekal bersama Tuhan, dan masuk dalam bumi Baru langit yang Baru bersama Tuhan Yesus kita hidup dalam kekekalan.
Penderitaan yang sekarang ini mengerjakan kemuliaan yang akan kita terima, sehingga kita di saat dan situasi yang tidak menyenangkan sekalipun tetap bersyukur dan senantiasa berada dalam kebenaran, taat dan setia melakukan kehendak Allah
Komentar
Posting Komentar