Hikmat Tuhan
HIKMAT TUHAN
Yakubus 3:13
Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.
Surat Yakobus menyebutkan dua jenis hikmat: yang “duniawi” dan yang “surgawi”. Hikmat duniawi ditandai sifat mementingkan diri sendiri dan penuh kekacauan (Yak. 3:14-16), sementara hikmat surgawi memiliki ciri-ciri seperti lemah lembut, penurut, dan suka damai (Yak. 3:13,17-18). Hikmat duniawi selalu mendahulukan diri sendiri. Sebaliknya, hikmat surgawi mendahulukan orang lain, dan ditunjukkan lewat perbuatan-perbuatan yang rendah hati (ay.13 bis).
Hikmat surgawi melahirkan perbuatan yang rendah hati karena menempatkan Allah di atas diri sendiri (Ams. 9:10). Hikmat mana yang kamu ikuti hari ini? Mungkin hari ini kita berada dalam situasi yang buntu jalan tidak tahu harus mengambil keputusan yang bagaimana, yuk berdoa minta hikmat Tuhan supaya keputusan yang kita ambil tidak salah.
Yakobus 3:13, “kelemahlembutan” dikontraskan dengan “iri hati dan sikap mementingkan diri sendiri” (ay. 14) adalah inti dari hidup berhikmat. Membandingkan penggambaran hikmat duniawi dalam ayat 14-16 dengan hikmat surgawi di ayat 17 adalah seperti berpindah dari dalam bayangan gelap dunia ke dalam cahaya surga yang terang benderang. Ayat 17 mencatat tujuh karakteristik hikmat surgawi, yaitu
murni, pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan, tidak memihak, dan tidak munafik. Hal-hal tersebut sangat mungkin menyatakan apa yang harus dimiliki orang percaya. Yakobus menyebutkan sifat-sifat yang menggambarkan hikmat Allah dan yang ikut menciptakan keutuhan serta keharmonisan hubungan dengan Tuhan dan sesama. Sifat-sifat tersebut setara dengan sifat² yang dihasilkan oleh Roh Allah dalam Galatia 5:22-23.
Ketika kita memiliki hikmat Tuhan maka pribadi kita menjadi pribadi yang lebih mengutamakan Kebenaran Firman TUHAN dalam setiap langkah dan keputusan yang diambil.
Komentar
Posting Komentar