Jangan Berbuat Dosa Lagi

 JANGAN BERBUAT DOSA LAGI 

Yohanes 8:11

Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Yesus memberikan cara yang jauh lebih ampuh dan berarti untuk mengatasi dosa²  kita bukan ditutup-tutupi melainkan diampuni sepenuhnya. Pada awal Yohanes 8, dalam kisah seorang perempuan yang didapati berbuat zinah (ay.3-4). Dalam Hukum Taurat perempuan itu harus di hukum, perempuan itu harus dirajam, tetapi Tuhan Yesus tidak menghiraukan soal tuntutan hukum tersebut. Dia hanya mengingatkan bahwa semua orang telah berbuat dosa (lih. Rm. 3:23) dan menyuruh siapa saja yang tidak berdosa untuk “melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh. 8:7). Ternyata, tidak satu batu pun yang dilemparkan.

Tuhan Yesus menawarkan perempuan itu suatu awal yang baru setelah pengampunan dosa. Dia tidak menghukumnya, melainkan memerintahkannya, “jangan berbuat dosa lagi” (ay.11). Yesus memberinya solusi bagi pengampunan dosanya dan menuliskan cara hidup baru yang berbeda dari masa lalunya. Tawaran yang sama juga tersedia bagi kita semua melalui kasih karuniaNya. Dan sama dengan kita juga Tuhan memberikan pengampunan melalui pengorbanan Nya. Dan kita tidak akan berbuat dosa lagi.

Dalam Yohanes 7, kita mengetahui bahwa Yesus sedang mengajar dan menyembuhkan banyak orang di Galilea dan “tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuhNya” (ay. 1). Entah karena rasa takut, iri hati, atau apa pun juga, mereka menghendaki kematianNya. Namun, menjelang Hari Raya Pondok Daun, Yesus pergi ke Yerusalem di Yudea untuk mengikuti perayaan yang berlangsung seminggu penuh. Selama Hari Raya tersebut, para pemimpin Yahudi mencoba menangkap Yesus (ay. 30, 43-44). Setelah perayaan itu, Yesus tinggal di Yudea (7:53–8:1). Dia pergi ke Bait Allah untuk mengajar, dan di sana para ahli Taurat serta orang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berzina (8:3-8). Meski demikian, upaya mereka untuk menjebak Yesus gagal (ay. 9).

Pengorbanan Tuhan Yesus sempurna dan kita senantiasa menghargai pengorbanan Tuhan dengan terus hidup benar dan tidak berbuat dosa lagi, sehingga kita tidak mempermainkan kasih karunia Tuhan Yesus yg besar atas hidup ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil