Kemuliaan Bersama Tuhan
KEMULIAAN BERSAMA TUHAN
Markus 10:35
Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!
Yakobus dan Yohanes tahu apa artinya berambisi untuk mengejar sesuatu yang baik, tetapi dengan alasan yang keliru. Mereka meminta kepada Yesus: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaanMu kelak, yang seorang lagi di sebelah kananMu dan yang seorang di sebelah kiriMu” (Mrk. 10:37). Memang, Yesus sudah pernah memberi tahu para murid bahwa mereka akan “duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel” (Mat. 19:28). Karena itu tidak heran mengapa Yakobus dan Yohanes mengajukan permintaan mereka tadi. Lalu, apa masalahnya? Masalahnya, mereka dengan egois hendak mencari posisi dan kuasa yang tinggi untuk diri mereka sendiri dalam kemuliaan Kristus. Yesus memberi tahu mereka bahwa ambisi mereka salah tempat (Mrk. 10:38) dan bahwa “barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (ay.43).
Ketika kita ingin melakukan hal-hal yang baik dan besar bagi Kristus, kiranya kita mencari hikmat dan tuntunanNya melayani sesama dengan rendah hati seperti yang sudah dilakukan Yesus dengan sangat baik (ay.45)
Yakobus dan Yohanes mungkin terlihat sangat lancang saat meminta posisi penting dalam kerajaan mesianik di masa mendatang yang telah dijanjikan Yesus (Markus 10:35-37). Namun, mungkin kita perlu lebih memahami maksud mereka. Yesus baru saja berkata kepada mereka, “Apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaanNya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel” (Matius 19:28). Permintaan mereka yang keliru itu diucapkan segera setelah pernyataan Yesus tersebut. Kristus mengoreksi mereka, "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta" (Markus 10:38). Kemudian Yesus menyebutkan tentang sebuah cawan dan baptisan (ay. 38), hal-hal yang tidak melambangkan prestise melainkan penderitaan. Yesus akan meminum cawan kemurkaan Allah dengan menanggung penderitaan di kayu salib. Murid-murid di kemudian hari juga akan menghadapi penganiayaan.
Tak banyak orang kristen yang paham bahwa kunci kesuksesan dalam pengiringan akan Tuhan adalah iman yang teruji melalui setiap penderitaan yang kita hadapi.
Penderitaan akan mengerjakan kemuliaan, maka setiap kita hari ini memahami yang sedang kita jalani, bahwa semua tantangan hidup yang harus kita hadapi adalah untuk menguji iman percaya kita di dalam Kristus.
Komentar
Posting Komentar