Berharap Penuh Pada Tuhan
BERHARAP PENUH PADA TUHAN
Yesaya 26:4
Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya.
Ketika Raja Uzia wafat dan sejumlah penguasa korup berkuasa di Yehuda, Nabi Yesaya mengajukan pertanyaan serupa. Siapa yang dapat kita percaya? Allah menanggapi dengan memberi Yesaya penglihatan yang begitu luar biasa sehingga sang nabi pun yakin bahwa Tuhan dapat dipercaya di masa sekarang untuk menuju masa depan yang lebih baik. Yesaya memuji, “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya” (Yes. 26:3). Sang nabi juga berseru, “Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal” (ay.4). Percaya penuh kepada Tuhan menjadi sesuatu yang mutlak di hidup ini. Karena dengan percaya kepada TUHAN maka kita memberikan ruang yang penuh untuk Tuhan bekerja dalam hidup kita.
Ketika pikiran kita tertuju kepada Allah, kita dapat mempercayai Dia bahkan pada masa² yang "berkabut dan membingungkan." Mungkin sekarang kita tidak bisa melihat dengan jelas, tetapi dengan mempercayai Tuhan Yesus, kita dapat meyakini bahwa pertolonganNya akan segera tiba.
Yesaya 26:4 menggunakan metafora gunung batu, yang menggambarkan rasa aman dan keselamatan di dalam Allah: “TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.” Kata ‘gunung batu’ dalam bahasa Ibrani adalah tsur. Secara harfiah itu berarti tebing, gunung batu, atau batu besar, tetapi secara kiasan, itu menggambarkan tempat perlindungan. Kata itu dipakai sebanyak tiga kali dalam Mazmur 18 (ay. 3,32,47). Di ayat 3, pemazmur menggandakan metaforanya untuk menekankan ketergantungan pada Allah: “Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!” Di Yesaya 26:4 kata tsur dipasangkan dengan olam, yang berarti masa yang panjang, selama-lamanya, kekal, abadi: “TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.” Pemasangan kata-kata itu meningkatkan kredibilitas Allah berlipat ganda. Percayalah kepadaNya. Kasih setiaNya tidak berkesudahan!
Hanya perlu percaya dengan sungguh sungguh kepada Tuhan Yesus dan menaruh harapan penuh kepada Tuhan Yesus, maka sesungguhnya kita menempatkan Allah menjadi utama dalam hidup ini, dan terjadilah penyertaan dan pertolongan Tuhan yang luar biasa. Tuhan melihat hati yang sungguh sungguh percaya dan berharap pada Nya.
Komentar
Posting Komentar