HADIRAT TUHAN
HADIRAT TUHAN
Mazmur 61:5
Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam nauangan sayapMu
Gambaran yang digunakan Kitab Suci untuk mendeskripsikan kasih Allah yang lembut dan protektif terhadap anak-anakNya (Mzm. 91:4). Dalam Mazmur 61, Daud sedang kesulitan untuk merasakan pemeliharaan Allah. Ia pernah mengalami Allah sebagai “tempat perlindungan menara yang kuat” (ay.4), tetapi sekarang dengan sekuat tenaga ia berseru “dari ujung bumi,” memohon, “tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku” (ay.3). Ia sangat rindu untuk sekali lagi “berlindung dalam naungan sayap Allah” (ay.5). Mari terus kita ada di hadirat Allah senantiasa meminta perlindungan dan pertolongan Tuhan, dengan mendekat pada Tuhan menyembah memuliakan Tuhan.
Dengan membawa rasa kerinduannya untuk disembuhkan oleh Allah, Daud terhibur saat mengetahui bahwa Allah mendengarnya (ay.6). Oleh karena kesetiaan Allah, Daud tahu bahwa dia harus “memazmurkan nama Tuhan untuk selamanya” (ay.9).
Seperti pemazmur, ketika kita merasa jauh dari kasih Allah, kita dapat berlari kembali ke dalam dekapan kasih Tuhan dan memperoleh keyakinan bahwa dalam kesengsaraan sekalipun, Allah selalu menyertai, melindungi, dan memperhatikan kita, segigih induk angsa menjaga anak-anaknya. Tuhan tidak pernah lalai untuk menjaga dan memelihara anak anak Nya.
Dalam Mazmur 61, Daud menggambarkan kerinduannya akan kehadiran Allah dengan metafora “gunung batu yang terlalu tinggi bagiku” (ay. 3), “tempat perlindungan” atau “menara yang kuat” (ay. 4), “kemah” dan “naungan sayapNya” (ay. 5). Istilah “kemah” yang digabungkan dengan “naungan sayapNya mungkin mengacu pada sayap kerub pada tabut perjanjian dalam Kemah Suci (Keluaran 25:20). Setelah membebaskan umatNya dari Mesir, Allah memerintahkan mereka untuk membangun Kemah Suci yang akan menjadi tempat kediamanNya di tengah-tengah umatNya (ay. 8). Allah hadir secara dahsyat dan nyata. Di kemudian hari, bait Allah yang dibuat dengan contoh Kemah Suci, akan menjadi pusat bagi umat untuk mengalami kehadiranNya. Bait Allah juga berisi ukiran kerub bersayap di tengah-tengah ruang sebelah dalam (1 Raja-Raja 6:23-27). Orang percaya dalam Tuhan Yesus mengalami hadirat Allah melalui Roh KudusNya yang berdiam di dalam kita (1 Korintus 3:16).
Sungguh Tuhan tidak pernah lalai Dia setia setiap saat kasih setia Tuhan Yesus yang memelihara menopang hidup kita. Tuhan sangat perduli dan mengerti hidup kita, maka bergantunglah sepenuhnya kepada Tuhan.
Komentar
Posting Komentar