Jalan Hidup Orang Benar
JALAN HIDUP ORANG BENAR
Amsal 4:19
Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.
Pengetahuan manusia takkan pernah mampu untuk menyelamatkan kita dari kejahatan (Ams. 4:14-16). Meski sudah mengumpulkan pengetahuan yang berlimpah dan menyajikan banyak pemikiran yang mengagumkan,masih saja gagal menahan diri untuk tidak menyakiti satu sama lain. Kita tidak dapat menghentikan “jalan orang fasik,” yaitu jalan kebodohan yang berulang kali orang tempuh dan berujung pada “kegelapan”. Terlepas dari pengetahuan yang terbaik, kita sama sekali tidak tahu “apa yang menyebabkan tersandung” (ay.19). Hanya hikmat Tuhan yang kita butuhkan untuk hidup dalam dunia ini dengan banyak tantangan yang harus kita hadapi.
Itulah sebabnya Alkitab mendorong kita: “Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian” (ay.5). Kita membutuhkan hikmat, karena dengan hikmat kita diajari tentang apa yang harus kita lakukan dengan pengetahuan kita. Hikmat sejati, yang sungguh² kita butuhkan, berasal dari Allah. Pengetahuan kita takkan pernah memadai, tetapi hikmatNya menyediakan apa yang kita butuhkan.
Dalam Amsal 4, seorang ayah mengajar anak-anaknya agar memperoleh “hikmat” (ay. 7) dengan membandingkan dua jalan atau arah kehidupan, yaitu “jalan hikmat” (ay. 11) dan “jalan orang fasik” (ay. 14). Jalan yang dipimpin oleh hikmat Allah digambarkan sebagai gaya hidup yang mengarah kepada suatu perjalanan yang mantap, penuh keyakinan, ketika “langkahmu tidak akan terhambat, . . . engkau tidak akan tersandung” (ay. 12). Sebaliknya, gaya hidup orang fasik adalah “kegelapan” (ay. 19); mereka yang berjalan di dalamnya “tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung” (ay. 19). Karena tidak dapat berjalan dengan baik, mereka yang memilih kejahatan hanya ingin menyebabkan orang lain celaka (ay. 17) dan mengakibatkan orang lain tersandung juga (ay. 16). Mereka yang hidup menurut hikmat dan keadilan Allah akan berkembang dengan mengikuti “jalan orang benar seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari” (ay. 18).
Pilih lah hidup dalam hikmat Tuhan, yaitu Firman TUHAN, maka kita terluput dari kejahatan dunia, dan kita mampu untuk menghadapi tantangan hidup dan kita mengalami kemenangan.
Komentar
Posting Komentar