Kasih Yang Tidak Pura Pura

 KASIH YANG TIDAK PURA PURA

2 Samuel 9:7

Aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu

Raja Daud bertanya-tanya, “Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena sahabatku Yonatan” (2Sam. 9:1). Mefiboset, putra Yonatan yang “cacat kakinya” (ay.3) karena kecelakaan (lih. 4:4), dibawa menghadap raja. Daud berkata kepadanya, “Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku” (9:7). Daud menunjukkan perhatian yang penuh kasih kepada Mefiboset, dan kemungkinan sang raja akhirnya benar² mengenal Mefiboset (lih. 19:24-30). Kita pun dapat mengangkat orang² yang terpuruk yang putus asa, seperti Daud yang mengangkat mefiboset yang cacat dengan kasih.

Tuhan Yesus telah memanggil kita untuk mengasihi orang lain seperti Dia juga mengasihi kita (Yoh. 13:34). Dia bekerja di dalam dan melalui diri kita, marilah kita sungguh² mengenal dan mengasihi orang lain dengan tulus. Kita sebenarnya masih banyak PR di sekeliling kita banyak orang² yang terhilang dan putus asa bahkan yang minder tidak percaya diri, mari ketika kita bertemu orang² demikian kita dapat membangkitkan semangat supaya mereka terbangun semangat nya dan hidup kembali dalam kepercayaan diri dan menerima dirinya dengan baik.

Daud dan Yonatan memberikan gambaran sekilas tentang persahabatan sejati. Meski Yonatan adalah anak Raja Saul, ia berusaha melindungi Daud dari kemarahan dan kebencian sang raja yang membabi buta. Ketika mendengar berita kematian Yonatan, Daud pun menulis tentang kesedihan, kehilangan, dan keputusasaan yang dirasakannya karena kematian seorang kawan karib. Namun, saat berduka atas kematian Yonatan, ia juga berduka atas Saul (2 Samuel 1:24). Saul pernah mengejar Daud seperti penjahat, tetapi Daud tetap berduka atas kematian sang raja

Mengasihi itu tidak pandang bulu tetapi mengasihi kita berikan kepada siapapun, seperti Tuhan Yesus yang mengasihi manusia berdosa, sehingga Tuhan Yesus mati menebus dosa manusia karena kasihNya. Pengorbanan Tuhan menjadi teladan dan contoh yang harus kita lakukan di dalam kehidupan sehari-hari, kita mencerminkan kemuliaan Tuhan, menjadi berkat bagi siapapun di lingkungan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil