Kita Adalah Saksi IMAN

KITA ADALAH SAKSI IMAN

Ibrani 6:19

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita

Bagi orang percaya, perhentian Allah mencakup damai sejahteraNya, penyertaan dan perlindungan Tuhan dan kepastian keselamatan. Jaminan Allah dengan keselamatan yang diberikan adalah alasan mengapa pengharapan dapat menjadi sauh yang menjaga kita tetap aman pada saat dibutuhkan (6:18-20). Dunia juga sangat membutuhkan pengharapan: kepastian yang benar dan pasti dari Allah, bahwa dalam masa² yang baik maupun tidak baik, Tuhan lah penentu segalanya yang tidak akan mengecewakan kita. Saat kita percaya kepada TUHAN, kita tahu bahwa Tuhan Yesus menjadikan segalanya baik bagi kita pada waktunya yg di tentukan Tuhan.

Kita perlu bertekun dalam Tuhan ketika menghadapi beragam pencobaan dan tekanan hidup. Kita juga didorong untuk bertahan dan berpegang teguh kepada Kristus (2:1-4; 3:7–4:13; 5:11–6:2). Kemudian, di 10:39, kita diingatkan bahwa sebagai umat percaya, “bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan beroleh hidup.” Kemudian di pasal 11, yang dikenal sebagai “Saksi-Saksi Iman,” tokoh-tokoh Alkitab, laki-laki dan perempuan, yang telah hidup dengan iman, bahkan ada yang mati karenanya. Karena kesaksian dan teladan mereka, kita orang percaya diingatkan untuk “berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita (12:1). Ia pun meneguhkan kita dengan janji Allah: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (13:5). 

Tuhan tidak main² dengan hidup kita, yang terpenting adalah kita terus hidup dalam kebenaran dan melakukan kehendak Tuhan, karena Tuhan setia dengan janjiNya maka kita lakukan bagian kita dengan baik dan sungguh², Tuhan Yesus lakukan bagian Nya yaitu menggenapi semua janji dan FirmanNya dalam hidup kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil