Tetap Melayani Tuhan
TETAP MELAYANI TUHAN
1 Timotius 4:10
_Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya_
Timotius masih kecil ketika sang ibu dan nenek mendidiknya dalam iman (2Tim. 1:5). Kemungkinan ia sudah menjadi seorang pemuda ketika bertemu Rasul Paulus, yang melihat potensi dalam diri Timotius untuk melayani Allah. Paulus pun mengajaknya ikut dalam perjalanan pelayanannya (Kis. 16:1-3). Paulus menjadi mentor Timotius dalam pelayanan dan kehidupannya. Ia mendorong Timotius untuk belajar, bersikap berani saat menghadapi ajaran palsu, dan menggunakan karunianya dalam melayani Allah (1Tim. 4:6-16).
Cara yang sama dapat kita lakukan untuk anak² kita supaya mereka memiliki iman yang teguh dalam Tuhan.
Mengapa Paulus ingin Timotius tetap setia melayani Allah? Ia menulis, “Karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia” (ay.10). Tuhan Yesus adalah pengharapan kita dan Juruselamat dunia. Adakah yang lebih baik selain melayaniNya? Tentunya tidak ada, melayani Tuhan adalah hal yang mengandung janji dan sangat baik, memberikan seluruh hidup ini untuk Tuhan menjadi bagian yang kita ambil untuk senantiasa menyenangkan hati Tuhan.
Surat Paulus kepada Timotius menulis cukup banyak mengenai tantangan dalam menghadapi pengaruh ajaran sesat (1 Timotius 4:1-7; 6:2-5; 2 Timotius 2:14-19). Dalam surat yang pertama, Paulus memperlengkapi Timotius dengan sarana yang dapat dipakai hamba Tuhan yang muda itu untuk menghadapi pengajaran sesat:
“Bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar” (1 Timotius 4:13).
Dengan menjaga dan mempertahankan Kitab Suci sebagai yang terutama di tengah gereja sebagai hukum dan pengajaran yang penting dan utama yang Timotius layani, ia dapat menangkal “takhayul dan dongeng nenek-nenek tua (ay. 7) yang tampaknya selalu mempengaruhi jemaat. Pertahanan terbaik Timotius terhadap ajaran sesat adalah Kitab Suci, Alkitab yaitu Firman TUHAN itu sendiri (2 Timotius 3:16).
Pengajaran Firman TUHAN menjadi sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari supaya kita terhindar dari dongeng dan filsafat dunia, untuk itu kita setiap hari selalu merenungkan dan melakukan Firman TUHAN untuk bertumbuh dalam iman kita kepada Tuhan Yesus.
Komentar
Posting Komentar