Hidup Dengan Doa
HIDUP DENGAN DOA
2 Raja raja 20:2
Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada Tuhan.
Alkitab berkata bahwa Allah mendengarkan permintaan kita. Petrus menulis, “Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada permohonan mereka yang minta tolong” (1Ptr. 3:12).
Tuhan Yesus tak pernah ingkar janji Firman Nya pasti di genapi.
Alkitab memberi banyak contoh tentang cara Allah menanggapi doa umatNya. Salah satunya adalah Hizkia, raja Yehuda, yang jatuh sakit. Ia sudah menerima kabar dari Nabi Yesaya yang mengatakan bahwa ia akan mati. Raja tahu apa yang harus dilakukan: ia “berdoa kepada Tuhan” (2Raj. 20:2). Allah langsung memberi tahu Yesaya agar menyampaikan kepada raja pesan dariNya: “Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu” (ay.5). Allah pun memperpanjang hidup Hizkia lima belas tahun lagi.
Allah tidak selalu menjawab doa², tetapi Dia meyakinkan kita bahwa ketika kesulitan muncul, kita tidak perlu menghadapinya seorang diri. Allah melihat kita, dan menyertai kita, doa² kita di dengarkanNya. Dia setia dan selalu ada dalam hidup kita.
Ayah Hizkia adalah Raja Ahas yang jahat. Namun, Hizkia, yang memerintah selama dua puluh sembilan tahun, dianggap sebagai salah satu raja Yehuda (Kerajaan Selatan pada masa kerajaan terpecah) yang baik. Ia memberlakukan reformasi keagamaan yang penting, termasuk membuka kembali rumah Tuhan (2 Tawarikh 29:3), memerintahkan penyingkiran berhala di seluruh kerajaannya (ay. 5,15-17), dan memperingatkan rakyatnya agar tidak meninggalkan Allah yang sejati (ay. 6-11). Penyembahan berhala tidak saja berhenti di kerajaan Yehuda, tetapi juga di banyak daerah dalam Kerajaan Israel. Meski Hizkia adalah salah satu raja Yehuda yang “benar”, Manasye, putra yang menggantikannya, adalah salah satu raja paling jahat di Kerajaan Selatan (2 Raja-Raja 21:1,6).
Doa selalu menjadi kesukaan kita, karena kita senantiasa berinteraksi dengan Tuhan. Kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan Yesus, Dia sumber kehidupan kita.
Komentar
Posting Komentar