DALAM PENYERTAAN TUHAN
DALAM PENYERTAAN TUHAN
Yosua 1:9
Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.
Setelah Musa wafat, Allah memanggil Yosua untuk menjadi pemimpin bagi bangsanya. Allah menjamin penyertaanNya saat Dia memperluas wilayah bangsa Israel (Yos. 1:1-4). Allah berfirman, “Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (ay.5). Karena menyadari bahwa Yosua akan bergumul dengan perasaan ragu dan takut sebagai pemimpin baru atas bangsanya, Allah membangun dasar pengharapan dalam hati Yosua dengan kata-kata ini: “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi” (ay.9). Jika Allah sudah berfirman maka jadilah, ketika Tuhan berkehendak dalam hidup kita yang harus kita lakukan adalah menurut dan percaya penyertaan Tuhan.
Ke mana pun Tuhan memimpin kita bahkan di tengah masa-masa sulit, janji Tuhan selalu ada Tuhan menghibur dan meyakinkan kita bahwa Dia selalu hadir dan menyertai kita.
Yosua, seorang pemimpin dari suku Efraim, adalah salah satu dari kedua belas pengintai yang dikirim Musa untuk menyelidiki tanah Kanaan. Musa mengganti namanya dari Hosea, yang berarti “keselamatan,” menjadi Yosua, yang berarti “Yehova adalah keselamatan” (Bilangan 13:8,16). Ia telah menjadi abdi Musa sejak masa mudanya (Keluaran 24:13; 33:11; Bilangan 11:28; Yosua 1:1). Allah memuji Yosua sebagai seseorang yang telah mengikuti-Nya sepenuh hati. Dari mereka yang berumur dua puluh tahun atau lebih ketika meninggalkan Mesir, hanya Yosua dan Kaleb yang diizinkan masuk ke dalam tanah perjanjian (Bilangan 32:11-12). Musa sendiri tidak diizinkan masuk (Ulangan 3:23-29).
Selalu percaya kepada Tuhan dimanapun kita berada itu menjadi kunci kemenangan kita, karena Tuhan Yesus yang selalu bersama dengan kita di masa apapun dalam hidup kita.
Komentar
Posting Komentar