MAMPU MENYELESAIKAN NYA
MAMPU MENYELESAIKANNYA
Amsal 14:16 tsi
Orang bebal merasa aman sehingga melangkah dengan gegabah.
Kitab Amsal memberi tahu kita bahwa “orang bebal merasa aman sehingga melangkah dengan gegabah” (Ams. 14:16). Orang yang gegabah tidak menghargai hikmat atau nasihat yang bijaksana. Mereka juga tidak berhati-hati atau peduli kepada orang lain (ay.7-8). Sebaliknya, menggunakan hikmat berarti mendengarkan dan mempertimbangkan dengan hati-hati, sehingga kita tidak terbawa emosi sesaat atau gagasan yang setengah matang (ay.16). Hikmat mengajar kita untuk mengajukan pertanyaan yang benar dan mempertimbangkan dampak dari tindakan kita. Orang bebal melangkah maju tanpa mempedulikan orang lain, konsekuensi, atau bahkan kebenaran, sementara “orang yang bijak memperhatikan langkahnya” (ay.15).
Meski kadang-kadang kita perlu bertindak dengan tegas atau cepat, kita dapat menjauhi sikap gegabah. Saat kita menerima dan menerapkan hikmat Allah, Dia akan memberikan bimbingan yang kita perlukan saat kita membutuhkannya.
Kitab Amsal termasuk dalam bagian Alkitab Perjanjian Lama yang dikenal sebagai Literatur Hikmat. Sebagaimana Amsal berfokus pada hikmat sehari-hari, Kitab Yakobus yang menurut ahli disebut sebagai kitab yang paling bersifat Yahudi dalam Perjanjian Baru memiliki fokus yang serupa. Dalam pasal 3, Yakobus mengkontraskan “hikmat” dari dunia (ay.14-16) dengan “hikmat yang dari atas” (ay.17).
Hikmat yang berasal dari Allah itu “murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik” (ay.17). Sebagaimana Galatia 5:22-23 menjabarkan buah dari karya Roh dalam hidup kita, bisa dikatakan bahwa Yakobus menggambarkan buah dari hikmat yang diterapkan dalam hidup sehari-hari.
Hikmat Allah memberikan pengertian akan segala sesuatu sehingga tidak merasa bingung dan bertanya tanya , dan akhir nya kita bisa menyelesaikan dengan baik
Komentar
Posting Komentar