MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN
MENGINGAT KEBAIKAN TUHAN
Keluaran 20:8
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat
Penelitian menunjukkan bahwa masalahnya tidak terletak pada ingatan kita, melainkan pada kemampuan kita untuk mengingat kembali kenangan-kenangan tersebut. Tanpa latihan teratur, ingatan kita akan semakin sulit untuk diakses.
Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan mengingat kembali itu adalah dengan teratur menjadwalkan sejumlah tindakan atau pengalaman untuk mengingat kembali sebuah kenangan tertentu. Allah Pencipta kita mengetahui hal ini, maka Dia memerintahkan bangsa Israel untuk menyisihkan satu hari dalam seminggu untuk beribadah dan beristirahat. Selain istirahat fisik yang kita terima darinya, kita juga mendapat kesempatan untuk melatih pikiran, dengan mengingat bahwa “enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya” (Kel. 20:11). Kita akan terbantu untuk mengingat bahwa Allah itu ada, dan Dia yang memelihara kita
Di tengah kesibukan hidup ini, terkadang kita tidak lagi mengingat apa yang pernah Allah lakukan bagi kita. Dengan berstirahat dari rutinitas, kita mendapat kesempatan untuk melakukan “latihan mengingat” yang diperlukan sebuah keputusan yang sengaja kita ambil untuk berhenti dari kesibukan dan mengingat Allah dengan merenungkan kebaikan Nya.” (Mzm. 103:2).
Pada zaman Yesus, hari Sabat telah mendapat tambahan-tambahan peraturan yang tidak pernah ditetapkan oleh Allah. Hal ini memicu sejumlah konfrontasi soal Sabat antara Kristus dan para pemimpin agama yang dikenal sebagai orang Farisi. Dalam Yohanes 5, Yesus menyembuhkan seorang pria di kolam Betesda pada hari Sabat, dan ini membuat orang Farisi marah (ay.1-10). Yohanes mengatakan bahwa “orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat” (ay.16). Kemudian mereka menyoroti tindakan murid-murid Yesus yang memetik gandum di hari Sabat (Markus 2:23-24). Kristus berkata kepada mereka, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (ay.27). Paulus menulis bahwa kita tidak boleh membiarkan siapa pun menyalahkan kita “mengenai hari Sabat” (Kolose 2:16). Ia juga berkata, “Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri” (Roma 14:5).
Mengingat kebaikan Tuhan memberikan kekuatan kepada kita bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita Dia yang memelihara kita setia
Komentar
Posting Komentar