Hidup Yang Berbuah
HIDUP YANG BERBUAH
Amsal 11:17
Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri.
Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri” (Amsal 11:17). Saat kita mempertimbangkan kebutuhan orang lain dan melakukan apa yang dapat kita lakukan untuk membantu dan menyemangati mereka. Mungkin bukan dengan harta benda, tetapi Allah memiliki caraNya sendiri untuk mengantarkan kita dengan hal-hal yang tidak dapat diukur oleh dunia ini. Ini seperti dijelaskan Salomo pada ayat sebelumnya di pasal yang sama, “Perempuan yang baik hati beroleh hormat; sedangkan seorang penindas beroleh kekayaan” (ay.16). Ada berkat-berkat Allah yang jauh lebih berharga daripada uang, dan Dia menilainya dengan murah hati dalam hikmat dan caraNya yang sempurna.
Kebaikan dan kemurahan hati adalah bagian dari karakter Allah, dan Dia senang melihat karakter-karakter itu terwujud melalui hati dan hidup kita. Salomo merangkumnya dengan baik: “Orang yang suka membantu akan ditolong juga” (ay.25)
Amsal 11 membandingkan orang benar, yaitu mereka yang hidup sesuai dengan jalan Allah, dengan orang fasik yang memilih jalan kejahatan dan kekejaman. Pasal ini menekankan bahwa kejahatan dan kefasikan merusak diri sendiri: “orang fasik jatuh karena kefasikannya” (ay. 5); “pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya” (ay. 6); “orang yang kejam menyiksa badannya sendiri” (ay. 17). Kehidupan yang dijalani sesuai dengan maksud Allah akan menghasilkan kebahagiaan, dan prinsip itulah yang menjadi inti Kitab Amsal. Bagian-bagian lain dari Kitab Suci seperti Kitab Ayub dan Pengkhotbah memberikan gambaran yang sedikit berbeda untuk menyadarkan kita bahwa sering kali orang benar justru sangat menderita di saat orang jahat tampaknya hidup bahagia. Namun, Amsal menekankan bahwa mengejar kejahatan adalah tindakan yang picik dan merusak diri sendiri. Akan tetapi, mengikuti jalan Allah akan menuntun kepada sukacita dan kelimpahan yang mendalam. Amsal 11:19 menyatakannya seperti ini: “Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.”
Karakter hidup yang baik sesungguhnya akan membawa buah yang baik pula, tetaplah didalam hidup yang berkenan kepada Allah
Komentar
Posting Komentar