Semuanya Bisa Dilewati
Mazmur 100:4
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya
Ketika sedang mengalami berbagai kesukaran, rasanya sulit menemukan alasan untuk bersyukur dan memuji Allah. Namun, Mazmur 100 memberi kekuatan untuk bersukacita dan memuji Allah, bagaimanapun keadaan kita. Pemazmur berkata: “Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umatNya dan kawanan domba gembalaanNya” (ay.3). Ia menambahkan, “Sebab Tuhan itu baik, kasih setiaNya untuk selama-lamanya, dan kesetiaanNya tetap turun-temurun” (ay.5).
Apa pun pencobaan yang dihadapi, tetap dikuatkan dengan mengetahui bahwa Allah itu dekat dengan orang-orang yang patah hati (34:19). Semakin sering kita menghabiskan waktu bersama Allah dalam doa dan pembacaan Alkitab, semakin kita dimampukan untuk memasuki “pintu gerbangNya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian,” bersyukur kepadaNya dan memuji namaNya (100:4). Kita dapat “bersorak-sorak bagi Tuhan” (ay.1) meski, atau bahkan terutama, saat berada dalam masa sulit, karena Allah setia. Sesungguhnya segala sesuatu yang dialami membuat semakin mengerti akan penyertaan Tuhan yang luar biasa yang memberikan kekuatan dan pertolongan yang ajaib.
Mazmur 100 adalah yang terakhir dari delapan mazmur yang berturut-turut (93–100) menegaskan Allah sebagai Raja. Setiap mazmur menyoroti aspek tertentu dari kekuasaan Raja itu. Mazmur 93 menunjukkan Allah memerintah atas lautan (ay. 3-4) karakteristik yang sangat bermakna bagi suatu bangsa yang telah melewati Laut Merah dengan selamat sementara musuh-musuh tenggelam di belakang mereka (lihat Keluaran 14). Mazmur 94 menunjukkan Allah sebagai hakim adil yang menentang orang fasik. Mazmur 95–97 memuji keunggulan mutlak dari satu-satunya Allah yang benar, “Raja yang besar mengatasi segala allah” (95:3), mengagungkan “keadilan dan hukum” sebagai “tumpuan takhtaNya” (97:2). Penekanan pada Allah “yang sangat dimuliakan di atas segala allah” (ay. 9) ini sangat penting bagi Israel karena mereka dikelilingi oleh bangsa-bangsa yang menyembah allah-allah palsu. Mazmur 100 mengakui Raja sejati itu sebagai pencipta dan gembala Israel (ay. 3) dan memanggil semua orang untuk “[masuk] melalui pintu gerbangNya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataranNya dengan puji-pujian” (ay. 4).
Banyak sudah yang telah kita lewati dan begitu dahsyat nya pertolongan Tuhan maka sesungguhnya memberikan dasar yang kokoh sehingga tak tergoyahkan dan tetap di dalam Tuhan.
Komentar
Posting Komentar