Senang Untuk Berdoa


Lukas 18:1

Mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Tuhan Yesus menyampaikan tentang seorang perempuan yang juga merasa tidak berdaya dan “memohon agar ia dibela terhadap orang yang telah menjahati dia” (ay.3 fayh). Ia diserahkan kepada seorang hakim yang mempunyai wewenang untuk menyelesaikan kasusnya. Meski tahu bahwa hakim tersebut tidak adil, perempuan itu tetap gigih datang dan memohon padanya.

Tanggapan akhir hakim itu (ay.4-5) sangat jauh berbeda dari respon Bapa Surgawi kita, yang dengan senang hati memberikan kasih dan pertolonganNya dengan segera (ay.7). Jika ketekunan dapat menyebabkan seorang hakim yang lalim mau membela kasus seorang perempuan, betapa lebih lagi yang dapat dilakukan Allah, Hakim yang Mahaadil bagi setiap orang percaya (ay.7-8)? Kita dapat mempercayaiNya untuk “membenarkan orang-orang pilihanNya” (ay.7), dan sikap kita yang bertekun dalam doa adalah salah satu cara untuk menunjukkan kepercayaan tersebut. Bertekun karena  beriman bahwa Allah akan menanggapi seruan dan situasi kita dengan hikmatNya yang sempurna.

Saat kita melangkah dalam ketaatan kepada Allah, marilah bertekun dalam doa. Dan melakukannya karena tahu bahwa kuasa doa terletak pada Iman kepada Allah yang mendengar dan menolong kita. 

Perumpamaan Yesus dalam Lukas 18:1-8 menekankan pentingnya ketekunan dalam berdoa. Allah tidaklah seperti hakim tidak adil yang terpaksa menjawab doa-doa kita karena jengkel. Ungkapan “janda ini menyusahkan aku” (ay.5) memberikan gambaran tentang suatu kegigihan yang mengganggu kehidupan dan rutinitas orang lain. Tuntutannya yang tidak kenal lelah untuk memberikan keadilan telah mengganggu kehidupan sang hakim. Doa-doa kita yang dengan tulus tidaklah mengganggu Allah, DIA senang dengan anak anakNya yg terus BERDOA dekat dengan Bapa. Kristus sepertinya mendorong kita untuk tekun membawa permohonan kita kepada Allah. Karena kegigihan dan iman kita (ay.6-8), Dia akan memperhatikan dan menanggapi kita. 

Semua memang sudah disiapkan oleh Bapa pemilik kehidupan ini, tinggal bagaimana kita dengan Bapa, tentu nya mari terus bertekun dalam doa dan melakukan kehendak Nya, TUHAN sungguh mengasihi kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil