Bapa Yang Mengasihi
Lukas 15:24
Anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.
Prumpamaan yg menceritakan seorang pemuda pergi meninggalkan ayahnya untuk “hidup berfoya-foya”, tetapi tidak lama kemudian terjerumus dalam masalah (Luk. 15:13-14). Ketika ia “menyadari keadaannya” (ay.17) dan pulang ke rumah, sang ayah berlari dari jauh untuk merangkulnya sebelum ia sempat meminta ampun (ay.20). “Anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali,” seru ayahnya dengan penuh sukacita, “ia telah hilang dan didapat kembali” (ay.24). Dalam kisah ini, sang ayah mewakili Allah, anaknya menggambarkan kita, dan perayaan meriah melambangkan sukacita surgawi yang berlangsung saat kita berpaling kembali kepada Bapa kita di surga.
Pengampunan mengangkat beban dari hati pihak yang bersalah. Namun, seperti hadiah, apa yang ditawarkan kepada kita haruslah diterima. TanganNya selalu terbuka, menanti tanggapan kita. Dia Bapa yang sangat mengasihi anak anakNya.
Lukas 15 memuat tiga perumpamaan yang saling berkaitan: domba yang hilang, dirham yang hilang, dan anak yang hilang. Satu tema yang menyatukan ketiganya adalah besarnya kasih Allah bagi mereka yang terhilang. Mengapa ketiganya disusun berdasarkan urutan tersebut? Ada yang berpendapat ini adalah masalah proporsi (dari yang kecil hingga yang besar): Pertama, hilangnya satu dari 100 domba; kedua, hilangnya satu dari 10 dirham; terakhir, satu dari dua anak. Apa pun alasannya, perumpamaan terakhir adalah yang terpanjang dan terasa paling menggugah. Kita membaca kemudian di Kitab Lukas, ?Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang? (19:10). Pesannya jelas: Allah mencari kita dan rindu agar kita berpaling kepadaNya untuk diselamatkan?dengan menerima pengampunan dan keselamatan melalui pengorbanan AnakNya demi dosa-dosa kita. Mengapa? Karena Dia mengasihi kita: ?Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya? (Yohanes 15:13).
Di bulan ini mari kita merenungkan kembali akan pengorbanan Tuhan Yesus, dan mari kita sungguh sungguh membenahi hidup, kesempatan yang Tuhan berikan dan keselamatan yang diberikan adalah anugerah dari Tuhan.
Komentar
Posting Komentar