Pengambilan Keputusan

Bilangan 13:30

Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya

Meski beberapa saudara sebangsa mereka berkecil hati, Kaleb dan Yosua juga menunjukkan pengharapan dan optimisme setelah mengintai tanah Kanaan (Bilangan 14:6-9). Allah telah berjanji memberikan daerah itu kepada Israel, dan Kaleb berkata, “Kita akan . . . menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya” (13:30). Namun, para pengintai yang lain merasa bahwa itu tidak mungkin, karena orang Kanaan terlalu kuat dan kota-kota mereka dibentengi dengan sangat baik (ay.28,31-33). Perbedaan nya adalah orang yang sungguh sungguh percaya dan tidak, ketika benar benar mempercayai janji dan Firman Tuhan maka  langkah nya menjadi penuh keyakinan. 

Tantangan yang mereka hadapi memang serius, tetapi iman Kaleb didasarkan pada kesetiaan Allah kepada umatNya dalam pergumulan mereka di masa lalu. Umat Allah akhirnya berhasil menaklukkan Kanaan, dan Kaleb pun menerima bagiannya karena ia telah mengikuti Dia “dengan sepenuh hati” (Yos. 14:9).

Memang ada banyak situasi yang seakan tanpa pengharapan, tetapi bagi mereka yang mengenal Allah dan mempercayai kesetiaan Allah, selalu ada alasan untuk berharap. Itulah yang kita alami ketika kita mengandalkan kuasa dan anugerahNya untuk membawa kita melewati situasi-situasi tersebut. Jangan kuatir Tuhan tidak pernah lalai untuk menggenapi janji-janjiNya.

Laporan negatif dari kesepuluh pengintai pastilah menciptakan keributan di tengah perkemahan Israel. Kita membaca bahwa Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa (Bilangan 13:30). Namun, ketenangan itu tak bertahan lama. Protes skala besar pun pecah. Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu (14:1). Mereka mulai serius membicarakan rencana untuk kembali ke tanah perbudakan (ay. 4). Allah menanggapi itu semua dengan keras. Tak satu pun dari orang-orang dewasa itu, kecuali dua pengintai yang setia Kaleb dan Yosua akan memasuki tanah perjanjian. Mengapa? Karena bangsa itu tak percaya kepada Allah, yang berpikir bahwa Dia tidak sanggup membawa mereka ke tanah yang telah Dia janjikan. Sebaliknya, Kaleb dan Yosua selalu berharap dan percaya kepada-Nya.

Inilah pengambilan keputusan yang sangat penting dalam kehidupan ini seperti Yosua dan Kaleb mereka yang berhak mendapatkan bagian yang di janjikan Tuhan karena mereka sungguh mempercayai Tuhan di situasi yg sangat pelik dan genting sekalipun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil