Sahaba Sejati

Yohanes 15:15

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat.

Alkitab banyak berbicara tentang persahabatan, dengan menggambarkan seorang teman sebagai seseorang yang bisa dipercaya (Ams. 11:13; 16:28), memberi teguran (27:6), dan menghormati batasan (25:17). Namun, mungkin tidak ada yang mendefinisikan persahabatan lebih kuat daripada Tuhan Yesus. 

Kalau bagi para penjual, kita adalah pelanggan, dan bagi para pemberi kerja, kita adalah bawahan, tetapi bagi Tuhan , DIA Tuan atas segalanya, kita adalah “sahabat” (Yoh. 15:15). Tuhan Yesus menyatakan bahwa persahabatan dibangun atas dasar kasih kepada Allah dan kerelaan berkorban (ay.13,15) sesuatu yang Dia sendiri teladankan dan Dia kehendaki untuk diteruskan. Mari kita mengikuti teladan Tuhan Yesus dengan menjadi sahabat yang rela berkorban. 

Pada hari-hari awal penciptaan, Allah berkata, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja” (Kejadian 2:18). Kata-kata ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan dan komunitas dalam kehidupan sebagai manusia. Memang konteks utama ayat ini adalah hubungan pernikahan, tetapi Alkitab sarat dengan panggilan bagi kita untuk menjalin relasi dengan orang-orang di sekitar kita.

Tuhan Yesus berkata bahwa kita harus “saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yohanes 15:12). Paulus mendorong orang percaya: “sabarlah . . . seorang terhadap yang lain,” dengan bersabar dan mengampuni kekurangan orang lain (Kolose 3:12-13). Menjadi _“teman di tengah kesusahan_ berarti rela menolong orang lain yang sedang berbeban berat.

Tuhan Yesus menjadi sahabat sejati kita, dan Dia selalu siap sedia menolong setiap kita, jangan ragu akan kasihNya, berserulah dan sampaikan kepada Tuhan Yesus, Dia mengerti dan Dia peduli

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil