Bapa Yang Mengasihi
Ibrani 4:16
Marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita.
Kitab Ibrani menerangkan bahwa seorang imam besar dipilih dari antara orang Israel, secara khusus dari keturunan Harun, dan ditetapkan sebagai perantara yang mewakili umat di hadapan Allah. Hanya ia sendiri yang boleh masuk ke ruang maha kudus dalam Bait Suci satu kali dalam setahun untuk “mempersembahkan persembahan dan korban” untuk menebus dosa umat dan dosanya sendiri (5:1), sebab ia sendiri juga manusia biasa.
Kemudian Kristus datang, Imam Besar Agung kita yang sempurna. Ketika Dia mati, tabir Bait Suci terbelah dua dan penghalang yang terdapat antara Allah dan umat manusia pun disingkirkan (Mat. 27:51).
Karena Tuhan Yesus yang penuh kasih telah mendamaikan dengan Allah, kita dapat berdoa dengan leluasa kepada Allah: “Marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya” (Ibr. 4:16).
Sungguh suatu hak istimewa untuk dapat masuk ke hadapan takhta Allah saat kita berbicara kepadaNya dalam doa. Tuhan Yesus mengasihi kita manusia.
Tuhan Yesus adalah Imam Besar Agung kita (Ibrani 4:14), yang turut merasakan kelemahan manusia karena Tuhan Yesus pernah hidup sebagai manusia, meski tidak berbuat dosa (ay. 14-15; 5:1-2). Kristus menjadi manusia biasa yang terdiri dari daging dan darah. . . . dengan tubuh yang sama seperti manusia, agar melalui kematianNya menghancurkan kuasa iblis atas kematian serta mempersembahkan kurban untuk mendamaikan manusia dengan Allah (2:14,17)
Melalui pengurbanan yang Kristus lakukan bagi manusia (Efesus 2:18), sekarang kita yang percaya bebas dan mempunyai keberanian untuk berdoa kepada Allah (3:12 TSI). Betapa istimewanya hak istimewa ini: kita boleh membawa doa kita ke hadapan takhta kasih karunia (Ibrani 4:16), karena Allah adalah Raja sekaligus Bapa kita.
Bersyukur kita punya Bapa yg mengasihi dan memelihara hidup kita. Tuhan Yesus gembala yg baik yg selalu hadir dalam langkah hidup kita
Komentar
Posting Komentar