Baru Dalam Kristus
2 Korintus 5:20
Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, :seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa cara kita menjalani hidup dan mengasihi sesama adalah ciri yang sejati dari para pengikut Tuhan Yesus. Rasul Paulus dan orang-orang percaya lainnya di Korintus merasa tergerak, atau didorong, oleh kerinduan untuk menyenangkan Allah dengan menjalani hidup dalam perspektif kekekalan sembari menceritakan tentang Dia kepada orang lain (2Kor. 5:9-14).
Ketika bertekad untuk hidup bagi Kristus dan bukan bagi diri sendiri, Roh Kudus sanggup mengubah perspektif, karakter, prioritas, dan cara kita berinteraksi dengan sesama (ay.15-17). Hidup baru kita di dalam Tuhan Yesus sepatutnya mencerminkan pribadi Allah.
Dengan kuasa Roh Kudus, kita diberikan sukacita sekaligus tanggung jawab untuk mencerminkan Kristus ke mana pun kita melangkah. Karakter yg terus bertumbuh seperti Kristus
Paulus menulis bahwa tujuan hidup orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah untuk “berkenan kepadaNya” (2 Korintus 5:9). Ketika kita memberitakan Injil, cara hidup dan mengasihi sesama menjadi ciri iman yang sejati.
Pola yang ditetapkan Kristus bersama kedua belas muridNya tetap relevan hingga kini. Sebelum bersaksi tentang Kristus melalui perkataan dan perbuatan, para murid terlebih dahulu melihat, mendengar, dan belajar dariNya. Tentang Petrus dan Yohanes, dikatakan demikian: “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Tuhan Yesus” (Kisah Para Rasul 4:13). Hidup seperti Kristus menjadi pedoman dalam keseharian kita.
Orang percaya yang mewakili Kristus adalah mereka yang taat melakukan Firman Tuhan, menerima pengampunanNya, dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus untuk bersaksi tentang kasih dan anugerahNya.
Manusia lama kita yg telah mati dan kehidupan kita hari ini adalah hidup dalam ketaatan akan Firman Tuhan
Komentar
Posting Komentar