Seruan Hati

Mazmur 88:19 bimk

Kawan-kawanku yang akrab Kaujauhkan daripadaku, tinggal kegelapan menemani aku.

Pengharapan ditemukan pada baris pembuka: “Ya Tuhan, Allah yang menyelamatkan aku” (Mzm. 88:2). Mazmur ditutup dengan sebuah pesan pengharapan. Inilah doa dari orang yang benar-benar putus asa. 

Ketika kita membaca mazmur yang demikian, kita menyadari bahwa kita tidak sendirian. Banyak orang juga pernah mengalami perasaan putus asa dan memberanikan diri untuk menyuarakannya. Allah dapat menerima kejujuran yang pahit. Tuhan juga bisa menerima kejujuran hati. Tuhan selalu hadir, dan Dia mendengarkan.

Mazmur 88 adalah nyanyian ratapan yang tidak biasa. Umumnya, mazmur ratapan berisi seruan meminta tolong kepada Allah, keluhan atau alasan tertentu di balik ratapan, serta ungkapan kepercayaan kepada Allah. Beberapa bahkan menyertakan rasa syukur setelah doa pemazmur dijawab Allah. Mazmur 44 adalah salah satu contoh mazmur yang lengkap tersebut.

Mazmur 88 memang memuat seruan kepada Allah (ay. 2-3) dan alasan ratapan (ay. 4-10,16-19).  Sebaliknya, pemazmur (ay. 11-13,15) mengungkapkan rasa kesepian serta kepedihan yang mendalam (ay. 19). Tuhan perduli terhadap setiap anak anakNya.

Fakta bahwa mazmur ini menunjukkan bahwa Allah menerima kejujuran bahkan saat bergumul dalam kesakitan. Di tengah penderitaan, tetap dapat yakin bahwa Tuhan selalu hadir dan mendengar seruan anak anakNya.

Tuhan menjawab dan menolong setiap anak anakNya.

Ditengah penderitaan dan kegelisahan hati mari berseru kepada Tuhan penolong hidup kita. Allah yg selalu memahami hati kita, DIA setia dengan janjiNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil