Tetap Teguh Dalam Rencana Tuhan
Amsal 27:17
Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Banyak bagian dari Kitab Amsal menjunjung hikmat Allah sebagai harta yang berharga, tetapi hikmat ini tidak diperoleh dengan mudah. Hikmat ini perlu dicari dengan penuh ketaatan dan pengertian (3:13; 13:20; 19:20), dan dimurnikan dalam kuali dan perapian, lesung dan alu (27:21-22) mengacu kepada situasi-situasi yang mungkin akan membawa rasa sakit dan penderitaan untuk sesaat.
Namun, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa ada upah dalam setiap tantangan. Dengan sungguh-sungguh mencari hikmat Allah dan menaati jalan-jalanNya, kita akan menemukan rasa aman, kepuasan, dan berkat yang sejati (ay.26-27). Hikmat Allah menuntun setiap orang percaya memiliki ide dan cara yg berkenan kepada Tuhan.
Belajar melihat masalah dan cobaan sebagai sarana yang dipakai Allah menjadi kunci penting dalam pertumbuhan rohani. Allah tidak menghendaki hidup selalu mudah dan tanpa tantangan, melainkan Dia mau orang percaya menjadi serupa dengan gambaran AnakNya (Roma 8:29).
Seperti api memurnikan emas (Amsal 17:3; 27:21), panasnya ujian dapat menjadi sarana Allah untuk memurnikan dan membentuk iman agar semakin menyerupai Tuhan Yesus. Yakobus, saudara tiri Yesus, menulis, “Ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh” (Yakobus 1:3-4).
Salah satu aspek dalam iman adalah percaya bahwa Allah tidak menyia-nyiakan apa pun. Ketika masa-masa sulit datang, kita dapat yakin bahwa Dia memiliki tujuan dalam setiap ujian tersebut, yakni untuk memurnikan dan membentuk kita semakin serupa Kristus.
Mengetahui dan percaya akan cara Tuhan membentuk adalah yang terbaik maka hati akan tetap kuat dan tenang, akhirnya indah pada waktunya.
Komentar
Posting Komentar