Anugrah Kemurahan Tuhan

2 Timotius 2:11

Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia.

Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus sanggup memperbarui cara kita menghadapi kematian, sebab kematian Kristus adalah sumber kehidupan.

Dalam 2 Timotius, Rasul Paulus bersaksi bagaimana kenyataan bahwa Yesus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa (1:10), mengubah caranya memahami penderitaan yang dialaminya. Walaupun Paulus adalah seorang tahanan yang sedang menghadapi ancaman hukuman mati (2:9), kebangkitan Yesus menjaga dirinya tetap dalam panggilannya yaitu untuk menuntun orang lain kepada keselamatan di dalam Kristus (ay.10). Karena jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia (ay.11-12).

Kematian tidak hanya mengacu pada kematian secara fisik yang dialami setiap orang percaya. Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus menjelaskan bahwa, seperti yang dilambangkan dalam baptisan, orang percaya disatukan dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitanNya (Rm. 6:4-8).

Karena Kristus hidup dalam kita, kita dapat tetap hidup dan bersaksi bagiNya, sekalipun kita harus menghadapi kengerian maut.

Paulus menguatkan Timotius untuk tetap bertekun di tengah penderitaan demi Injil (2 Timotius 2:3) dan menasihatinya: ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati (ay. 8). Kematian dan kebangkitan Kristus adalah fondasi iman orang percaya. Alkitab juga mengingatkan kita bahwa mereka yang bertekun di tengah penderitaan demi nama Kristus akan kelak memerintah bersamaNya. Sebaliknya, mereka yang menyangkalNya di bawah penganiayaan akan ditolakNya (ay. 12; lihat juga Matius 10:22,32-33; Ibrani 10:38-39).

Kesetiaan Kristus menjadi kekuatan orang percaya untuk tabah menderita. Bahkan ketika komitmen goyah, kesetiaan Tuhan Yesus tidak berubah: Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya (2 Timotius 2:13). Menghadapi kematian, tetap dapat bersaksi tentang Tuhan Yesus, karena Ia yang memanggil setiap orang percaya adalah setia (1 Tesalonika 5:24). 

Tuhan Yesus memberikan jaminan kepada setiap orang percaya, bersyukur setiap kita menjadi anak anakNya yg selalu ada dalam anugrah kemurahan Tuhan yg setia melindungi dan menopang kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Hal Yang Kecil