Penyembah penyembah Allah Yang Hidup

Roma 15:7

Terimalah satu akan yang lain . . . untuk kemuliaan Allah

Rasul Paulus memahami pentingnya prinsip Kesehatian dalam Kristus akan mengarahkan pujian kita kepada tujuan sejati, yakni untuk memuliakan Allah. Paulus menegaskan hal ini kepada jemaat Tuhan di Roma, baik Yahudi maupun non-Yahudi, untuk mendorong kesatuan mereka. Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus.(Rm. 15:5). Tujuannya supaya dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus (ay.6).

Suara-suara yang saling menonjolkan diri tidak akan menghasilkan kesehatian. Ketika  bersama-sama memuji Allah, tanpa meremehkan satu sama lain, kesatuan di dalam Kristus akan menemukan maknanya yang sejati. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, tulis Paulus, untuk kemuliaan Allah (ay.7). Saat kita memohon pertolongan Allah, Dia akan menuntun masing-masing untuk dapat sehati melangkah bersama dan memuliakan dan melayani Tuhan.

Dalam Roma 15, Paulus menyatakan bahwa kesatuan terjadi ketika orang percaya hidup seia sekata, masing-masing bersikap seperti Kristus terhadap yang lain (ay. 5 FAYH). Kesatuan tidak ditemukan pada kesamaan latar belakang atau pilihan, melainkan pada bagaimana meneladani kasih Kristus yang rela menyerahkan diriNya. Tujuan kesatuan ini adalah penyembahan kepada Allah sehingga dengan satu hati memuliakan Yesus Kristus (ay. 6). Kesatuan itu sendiri adalah bentuk penyembahan karena melalui hidup yang rukun itu memuliakan Tuhan. Terimalah satu akan yang lain . . . untuk kemuliaan Allah (ay. 7).

Kitab Roma secara khusus menyoroti kesatuan antara orang Yahudi dan non Yahudi. Paulus mengutip Perjanjian Lama untuk menegaskan bahwa janji Allah tergenapi ketika kedua kelompok ini menyembah dan memuliakan Allah yang sama (ay. 8-12). Dalam visi Paulus, kesatuan orang percaya Yahudi dan non Yahudi dalam penyembahan adalah gambaran pemulihan seluruh ciptaan, ketika semua bersatu dalam memuji Sang Pencipta (lihat Roma 8:18-23; Yesaya 45:23).

Mari dalam keluarga kita masing masing menjadi tempat penyembahan yang terbaik kepada Tuhan Yesus Allah kita yang berkuasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perwujudan Dari Iman

Perkataan Yang Baik

Kuasa Firman Tuhan